Dulu Raja Sawit Dunia, Negara Ini Sekarang Belajar dari Malaysia

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi lahan sawit. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nigeria, negara di Afrika Barat yang menjadi tempat asal tanaman kelapa sawit, kini harus menelan kenyataan pahit. Wilayah yang dahulu mendominasi pasar minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) global tersebut kini kehilangan taji dan berubah status menjadi importir demi memenuhi kebutuhan dalam negerinya.

Melansir data BusinessDay Nigeria, Nigeria pernah menguasai pangsa pasar dengan memasok sekitar 43% minyak sawit dunia. Kontribusi Nigeria terhadap pasokan CPO global merosot drastis hingga kini hanya tersisa sekitar 2%.

Laju produksi lokal gagal mengejar pesatnya lonjakan konsumsi domestik yang didorong oleh pertumbuhan penduduk dan ekspansi industri pangan.


Baca: Ada 'Harta Karun Langka' Buat 'Nuklir' di RI, Segini Potensinya

Presiden Oil Palm Growers Association of Nigeria (OPGAN), Joe Onyiuke, mengungkapkan bahwa penurunan tajam ini memperlihatkan ketimpangan serius antara kapasitas produksi nasional dan tingginya permintaan pasar dalam negeri. Kondisi tersebut memaksa sang mantan raja sawit dunia bergantung pada pasokan impor dari negara lain.

Menurut data yang dikutip BusinessDay Nigeria, kebutuhan minyak sawit Nigeria mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun. Produksi nasional baru berada di kisaran 1,5 juta ton. Selisih lebih dari satu juta ton tersebut dipenuhi melalui impor dari Malaysia, Indonesia, dan negara produsen lainnya.

UN Comtrade melaporkan Nigeria menghabiskan sekitar US$155 juta untuk mengimpor minyak sawit sepanjang 2024. Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri ikut menambah tekanan terhadap devisa sekaligus biaya pangan di negara itu.

Pelaku industri menilai persoalan utama bukan berada pada luas lahan semata. Joe Onyiuke menyebut produktivitas kebun masih rendah akibat minimnya inovasi, penggunaan teknologi, keterbatasan pembiayaan, kebijakan pemerintah yang berubah-ubah, hingga belum adanya program peremajaan tanaman secara nasional.

Sekitar 80% produksi sawit Nigeria masih berasal dari petani kecil yang mengelola tanaman semi-liar dengan metode panen dan pengolahan tradisional.

Saat Nigeria menghadapi persoalan tersebut, Malaysia melaju menjadi salah satu pemain utama industri sawit dunia. Melansir BusinessDay Nigeria yang mengutip Malaysian Palm Oil Council (MPOC), Malaysia memproduksi sekitar 20,28 juta ton minyak sawit pada 2025 dan mengekspornya ke lebih dari 150 negara.

Industri sawit menyumbang sekitar US$27,5 miliar devisa ekspor Malaysia pada 2025 atau sekitar 3% terhadap produk domestik bruto (PDB) negara tersebut. Sektor ini juga menopang sekitar tiga juta lapangan kerja melalui perkebunan, industri pengolahan, logistik, hingga produk hilir berbasis sawit.

Pertumbuhan tersebut dibangun melalui investasi jangka panjang.

Pemerintah Malaysia mengembangkan riset varietas unggul, menjalankan program replanting, memperluas pabrik pengolahan terpadu, memperkuat petani kecil, serta mendorong hilirisasi ke produk bernilai tambah seperti oleokimia dan bioenergi. Sistem ketertelusuran dan standar keberlanjutan kemudian memperkuat daya saing sawit Malaysia di pasar ekspor.

Malaysia kini mulai membawa pengalaman tersebut ke Nigeria. Dalam ajang Malaysia Market Connect di Lagos, Chief Executive Officer MPOC Belvinder Sron mengatakan Malaysia siap membantu Nigeria melalui penyediaan bibit unggul, kerja sama penelitian, transfer teknologi, hingga investasi di sektor sawit. MPOC juga membuka kantor perwakilan di Lagos untuk memperluas kerja sama dengan pelaku industri setempat.

Menurut MPOC, Malaysia telah mengekspor sekitar 300 ribu ton minyak sawit dan produk turunannya ke Nigeria dalam satu tahun terakhir. Angka tersebut menggambarkan besarnya pasar Nigeria yang masih mengalami defisit pasokan minyak sawit.

Bagi Nigeria, kerja sama tersebut menjadi salah satu peluang mempercepat peningkatan produksi dalam negeri. Sementara bagi Malaysia, Afrika berkembang menjadi pasar strategis sekaligus pintu untuk memperluas pengaruh industri sawitnya melalui investasi, transfer teknologi, dan penguatan rantai pasok.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Iran Tuding Trump Lakukan "Diplomasi Teater" - Rupiah Perkasa

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Investor Asing Makin Kepincut Pinjol RI, Dana yang Masuk Melonjak 34%
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menko Polkam: Jangan Beri Peluang Hal Buruk Masuk Lebih Dulu
• 5 jam lalukompas.com
thumb
11 Ribu Orang Termasuk Ojol dan Ormas, Ikut Apel Polri dan TNI Jelang HUT RI
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Tangkap Komplotan Pencuri 600 Besi Ulir di Cikande Serang
• 10 jam laludetik.com
thumb
Master Limbad Bertemu Wali Kota Probolinggo, Silaturahmi Berujung Aksi Sulap Misterius
• 4 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.