Tulungagung (beritajatim.com) – Seorang pemuda di Tulungagung sukses menggeluti bisnis budidaya hewan luwak. Pemuda bernama Abdul Wasi’ Asshofi asal Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru ini sejak 3 tahun terakhir mulai membudidayakan luwak jenis pandan.
Berbekal otodidak pria yang akrab dipanggil Shofi ini berhasil menjalankan budidaya hewan luwak hingga menghasilkan pundi-pundi uang.
Sudah tiga tahun lamanya, Shofi belajar breeding hewan luwak. Bukan perkara mudah untuk mempelajari seluk-beluk luwak, apalagi yang dibudidayakan sejatinya merupakan hewan liar dan sulit dijinakkan.
“Luwak ini merupakan hewan luar yang di alam sudah mulai jarang ditemui. Dan sekarang luwak sudah hampir menyaingi kucing sebagai hewan peliharaan,” ujarnya, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Shofi, kerumitan melakukan budidaya luwak adalah menjaga stabilitas produktivitasnya. Namun dari pengalaman selama ini, luwak yang dia budidayakan berhasil kembang biak hingga puluhan ekor.
“Di tempat saya, kendalanya pada jantan yang masa birahinya kurang. Tapi alhamdulillah untuk indukan luwak saya sudah mencapai 40 ekor,” terangnya.
Memutuskan untuk budidaya luwak tidak sembarangan. Shofi menilai usaha dibreeding luwak masih sedikit pesaingnya. Sehingga peluang pasar dan mengembangkan usaha juga masih besar.
“Meski saingannya masih sedikit, untuk budidaya luwak butuh skill khusus. Apalagi luwak merupakan hewan yang galak,” jelasnya.
Peminat hewan luwak sebagai peliharan berasal dari berbagai kota. Mulai dari Surabaya, Jakarta, Jawa Barat hingga Bali. Bahkan anakan luwak yang baru lahir juga sudah ada orang yang pesan.
“Di kota-kota besar peminat hewan luwak untuk menjadi peliharaan sudah mulai banyak. Mahalnya harga luwak dinilai dari corak warna bulunya,” paparnya.
Penjualan hewan luwak juga cukup fleksibel. Pasalnya, sejak usai 1 bulan hingga betina yang sudah melahirkan bisa dijual. Adapun harga jualnya juga bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp20 juta.
“Biasanya saya menjual mulai umur 1 bulan sampai 3 bulan. Ada juga orang yang mencari usia 8 atau 9 bulan bahkan mencari proven,” pungkasnya. [nm/ian]




