Respons Laporan, Mentan Pastikan Harga Beras di Alor sama dengan Jakarta

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman merespons adanya laporan soal mahalnya harga beras di Alor, Nusa Tenggara Timur. Amran memastikan harga beras di sana sudah normal dan sama seperti daerah lain.

Laporan tersebut awalnya berasal dari Mahasiswa Universitas Diponegoro, Adriano Padama. Ia melaporkan soal harga beras kepada Amran saat bertemu di Semarang, Kamis (6/8). Merespons itu, Amran mengadakan kunjungan langsung ke Alor pada Sabtu (8/8).

“Beras sudah aman. Ada di gudang-gudang sekarang. Harga itu Rp 13 ribu per kg, sama dengan harga Jakarta. Kita sekarang tidak akan kesulitan beras,” kata Amran di Alor, NTT pada Sabtu (8/8).

Mentan mengaku langsung berkoordinasi dengan Bulog begitu mendapat laporan. Hasilnya, saat ini ada dua gudang Bulog di Alor yang sudah terisi penuh untuk memastikan kebutuhan masyarakat.

Dengan ketersediaan tersebut, kini harga beras di Alor juga dapat dijaga agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 13.500 per kg.

“Ini Pak Dirut langsung terbang. Aman beras. Stok tertinggi selama Republik ini berdiri adalah pada saat zaman Pak Prabowo. Sekarang aman. Nah, gudang kami minta dipenuhi. Jangan sampai nanti ada kekosongan stok. Dan masyarakat butuh beras dengan harga sama dengan di Jakarta,” ujarnya.

Sebelum tindakan tersebut, Amran mengakui harga beras di Alor memang sempat mencapai Rp 30.000 per kg. Ia juga meminta agar pimpinan wilayah (Pinwil) Bulog bertanggung jawab terkait kestabilan harga tersebut.

“Kemarin harga katanya sampai Rp 25.000, Rp 30.000, Rp 15.000. Kami cek, nah, sekarang ada beras. Sekarang di gudang stand by. Mana Pinwil Bulog? kamu bertanggung jawab penuh. Tidak boleh ada cerita harga Rp 25.000. Jangan sampai lagi harga seperti dia, Bulog operasi pasar,” kata Amran.

Selain memastikan harga, Amran di Alor juga melakukan penyaluran bantuan pangan tahap II untuk periode Agustus, September, dan Oktober seberat 30 kg untuk penerima yang terdiri dari masing-masing paket seberat 10 kg.

“Yang pertama, perintah Bapak Presiden itu langsung ada bantuan pangan, selesai. Itu gratis. (NTT) 1.000 ton lebih. Itu untuk seluruh Indonesia 33,4 juta,” ujarnya.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan saat ini kuota beras untuk bantuan pangan di NTT mencapai 1.200 ton.

Sebelumnya, Adriano dalam kuliah umum di Undip, Semarang pada Kamis (6/8), menyampaikan kondisi masyarakat Alor yang masih menghadapi persoalan distribusi pangan. Ia bercerita bahwa harga beras di sejumlah wilayah dapat melonjak hingga Rp 25.000-Rp 30.000 per kilogram ketika distribusi terganggu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terduga Pembunuh Bos Konter HP Ambarawa Ditangkap, Ternyata Teman Korban
• 21 jam laludetik.com
thumb
Kecelakaan Bus di Himachal Pradesh India Tewaskan Tujuh Orang, 11 Terluka
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sekuel Film Michael Jackson Mulai Syuting Akhir 2026, Target Tayang 2027
• 4 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Sudaryono Pecat 66 Kepala SPPG, Terlibat Judol hingga Minta Fee ke Mitra
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
TNBTS Duga Kebakaran Hutan Gunung Bromo Dipicu Sisa Bara Perapian
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.