Jayawijaya: Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, diwarnai aksi teror penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK). Aksi itu membuat pengunjung festival panik, bahkan dilaporkan ada korban luka akibat peristiwa tersebut.
Aksi penembakan disebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIT. Bunyi rentetan senjata pun terdengar jelas dalam video tersebut.
Selain itu, terdengar pula suara yang diduga merupakan panitia memohon bantuan keamanan perihal insiden itu. Tampak dalam video, warga berusaha berlindung.
"Mohon pengamanan mengarahkan masyarakat. Berlindung, berlindung!" sebut suara dalam video tersebut.
Insiden ini disebut mengakibatkan dua orang mengalami luka tembak. Seorang wanita dilaporkan mengalami luka tembak di bagian paha kiri dan kanan. Korban lainnya ialah seorang pria yang menderita luka tembak di lutut kiri dan terkena serpihan di telapak tangan kiri. Kedua korban kemudian dievakuasi ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Wamena untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis.
Situasi di RSUD Wamena. (tangkapan layar/Metro TV/Agus Suroto)
FBLB ke-34 tahun 2026 ini digelar pada 7–10 Agustus 2026 di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. FBLB merupakan festival tahunan terbesar di wilayah Papua Pegunungan yang menjadi ajang untuk menampilkan kekayaan seni, budaya, dan tradisi dari berbagai suku besar seperti Dani, Lani, Yali, dan suku-suku lainnya. Acara ini sejatinya mengusung pesan perdamaian dan persaudaraan antarsuku.
Festival yang pertama kali digelar pada 1989 tersebut kini telah berkembang menjadi salah satu ikon pariwisata internasional dari Papua Pegunungan. Ribuan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, datang setiap tahunnya ke Wamena untuk menyaksikan acara ini, terutama atraksi Tari Perang yang menjadi daya tarik utama.




