Pernah Diselidiki Roy Suryo, UGM Pun Bakal Ambil Jalur Hukum Jika Ada Percetakan yang Cetak Ijazah Jokowi Atas Nama Institusinya

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Isu mengenai keabsahan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) turut menyeret nama Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai institusi yang menerbitkan dokumen tersebut. 

Salah satu narasi yang ramai beredar di media sosial bahkan menyebut ijazah UGM mudah direkayasa hingga dikaitkan dengan sentra percetakan seperti kawasan "Jalan Pramuka".

Mengenai hal itu, UGM sudah pernah menegaskan tidak akan membiarkan nama institusinya dicatut untuk kepentingan pemalsuan dokumen. 

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, menyatakan kampus siap mengambil langkah hukum apabila ditemukan adanya pihak yang membuat atau menggunakan dokumen palsu dengan mengatasnamakan UGM.

"Misalnya terbukti bahwa seseorang itu melakukan pemalsuan dan itu mengatasnamakan UGM, ya UGM akan bergerak dari sisi hukum, laporkan dan lain sebagainya," ujar Wening dalam klarifikasi yang ditayangkan melalui akun YouTube UGM pada 22 Agustus 2025.

Menurut Wening, pemalsuan dokumen yang membawa nama UGM merupakan tindakan yang akan ditindak secara serius karena berkaitan dengan kredibilitas institusi pendidikan tersebut.

Namun, di tengah beredarnya narasi mengenai dugaan pemalsuan ijazah UGM, pihak kampus mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum pernah menerima laporan resmi terkait praktik tersebut.

Saat ditanya mengenai adanya aduan atau laporan pemalsuan ijazah UGM yang dikaitkan dengan kawasan Jalan Pramuka, Wening menyampaikan bahwa pihaknya belum menemukan laporan semacam itu.

"Tidak ada. Tidak ada laporan itu," kata Wening.

Sebelumnya, nama Pasar Pramuka ramai diperbincangkan setelah muncul pernyataan politikus senior PDIP Beathor Suryadi mengenai ijazah Presiden Jokowi.

Beathor menyebut ijazah Fakultas Kehutanan UGM milik Jokowi dicetak ulang di Pasar Pramuka yang berlokasi di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, menjelang Pilkada DKI Jakarta 2012.

Pernyataan tersebut kemudian memicu perhatian sejumlah pihak. Salah satunya mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo yang mendatangi lokasi Pasar Pramuka untuk melihat kondisi terkini kawasan tersebut, terlebih setelah pasar itu mengalami kebakaran pada akhir 2024.

Baca Juga: Tak Hanya Roy Suryo, UGM Ternyata juga Periksa Tinta dan Kertas Dokumen Akademik Jokowi

Kunjungan Roy Suryo tersebut ditayangkan melalui kanal YouTube Sentana TV pada 26 Juni 2025 dalam video berjudul "Lanjut di Pasar Pramuka Pojok bersama Pak Roy Suryo". Ia datang bersama wartawan Sentana TV, Jannes Siahaan, yang lebih dulu berada di lokasi tersebut.

Mereka melakukan penyelidikan dan mendapati bahwa masih ditemukan praktik ilegal mengenai pengolahan dokumen. Namun, ketika itu, Roy Suryo dan tim tidak mendapatkan bukti soal ijazah Jokowi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
30 Tahun Piala AFF: Timnas Indonesia Belum Pernah Juara, 2 Kali Back-to-Back Angkat Koper di Fase Grup
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Anggota DPR Sebut Penyitaan Aset Perlu Diuji, Lex Specialist dalam RUU PA
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Antisipasi Begal, 350 Personel Polisi Dikerahkan
• 29 menit lalutvonenews.com
thumb
John Herdman Senang Performa Mitchell Baker di Piala AFF 2026 meski Timnas Indonesia Gagal
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Kalender Jawa 8 Agustus 2026: Weton Sabtu Pahing Berneptu 18, Tegas Berwibawa
• 17 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.