Dorong Investasi Hijau, KEK Industropolis Batang Bidik Konsep Eco Industrial Park

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, didorong untuk menerapkan konsep Eco Industrial Park (EIP) guna memperkuat daya saing.

Dorong Investasi Hijau, KEK Industropolis Batang Bidik Konsep Eco Industrial Park. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, didorong untuk menerapkan konsep Eco Industrial Park (EIP) guna memperkuat daya saing investasi sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi Indonesia.

Penerapan EIP dinilai penting seiring posisi Jawa Tengah sebagai salah satu kontributor pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sempat mencapai 7,79 persen sebelum melandai menjadi 7,74 persen, namun masih berada di atas capaian nasional.

KEK Industropolis Batang menjadi salah satu kawasan yang dinilai memiliki daya tarik investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Namun, peningkatan aktivitas industri juga perlu diimbangi dengan upaya pengendalian emisi karbon.

Jawa Tengah tercatat sebagai penyumbang emisi karbon terbesar kedua secara nasional setelah Jawa Barat. Kondisi tersebut mendorong perlunya transformasi model pertumbuhan berbasis investasi agar pengembangan kawasan industri dapat berjalan seiring dengan agenda keberlanjutan.

Konsep EIP dinilai dapat menjadi pendekatan untuk membangun kawasan industri yang mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk mendukung kerja sama Two Countries Twin Park (TCTP) antara Indonesia dan China.

Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Zelda Wulan Kartika, mengatakan pemerintah perlu memperkuat kemitraan internasional untuk mendukung ketahanan ekonomi dan nasional di tengah perubahan global.

"Kementerian Luar Negeri berperan sebagai fasilitator, katalisator, sekaligus problem solver dalam membangun kemitraan internasional. Ini semua untuk memperkuat ketahanan nasional yang adaptif, atau yang kami sebut dynamic resilience," kata Zelda.

Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri, Muhammad Takdir, menilai transformasi menuju industri hijau menjadi faktor penting untuk mempertahankan daya saing Indonesia dalam rantai pasok global.

"Indonesia punya dua pilihan: menawarkan diri sebagai destinasi investasi dengan menjadi bagian ESG atau kehilangan kesempatan terbaik karena tidak berada dalam ekosistem tersebut. Untuk masuk ke rantai pasok global, jendela kesempatannya singkat dan persaingannya semakin ketat. Transisi ke industri energi terbarukan dan pengembangan Eco Industrial Park adalah kunci untuk merebut peluang itu," ujar Muhammad Takdir.

Menurutnya, dukungan perlu diberikan kepada pelaku usaha dan sektor swasta yang telah lebih dahulu melakukan transisi menuju energi hijau. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dinilai penting untuk mempercepat transformasi tersebut.

Dukungan terhadap transformasi KEK Industropolis Batang menjadi EIP juga disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Noor Nugroho.

"Hal ini sejalan dengan agenda ekonomi hijau yang menjadi perhatian khusus kami di daerah," ujarnya.

Direktur Eksekutif Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, Ph.D., menilai pengembangan kawasan industri hijau perlu memperhatikan keterkaitan antara aktivitas industri dan masyarakat sekitar.

"Forum ini menjadi bahan refleksi penting bagi kita semua untuk menyusun simbiosis antara industri dan masyarakat sekitar KEK Industropolis Batang, agar hubungan keduanya menjadi lebih produktif dan berkelanjutan," jelas Dinna.

Ke depan, pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai EIP membutuhkan dukungan dari sisi regulasi, pembiayaan, infrastruktur, kelembagaan, serta keterlibatan masyarakat dan lembaga pendidikan.

Transformasi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai model twin park dengan Shenzhen sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi investasi industri hijau global.

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 9 Agustus 2026: Leo Panen Dana Ekstra
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Heboh Temuan 995 Senpi di Sekolah Swasta Jaksel, Polisi Ogah Dibilang Lamban
• 49 menit lalujpnn.com
thumb
Muktamar ke-35 NU, Ketua PCNU Kediri Optimistis Gus Salam Mendapat Dukungan Mayoritas di Jatim
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Ditahan Imbang Singapura, Indonesia Gagal Lolos Semifinal Piala AFF 2026
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka di Rumah dibandingkan Keluar Malam
• 1 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.