Terkini, Jeneponto – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jeneponto memasuki babak baru. HM. Imam Taufiq Bohari, SE., MM kembali dipercaya menakhodai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Jeneponto.
Kepercayaan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW PPP Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat, 7 Agustus 2026 di Hotel Melia Makassar.
Dalam struktur kepengurusan baru tersebut, Imam Taufiq Bohari didampingi Haryanto Awing sebagai Sekretaris dan Humaera Ishad sebagai Bendahara.
Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi Amir Uskara, saat menyerahkan SK mengatakan, keberlanjutan kepemimpinan Imam Taufiq dinilai akan membawa harapan baru untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mengembalikan kejayaan Partai Ka’bah di Butta Turatea.
Menurutnya, konsolidasi tersebut penting untuk memenangkan pemilihan legislatif serta mendorong kader untuk bertarung dalam kontestasi Pilkada mendatang.
Menanggapi amanah tersebut, Imam Taufiq Bohari mengatakan kepercayaan yang diberikan harus menjadi momentum penting bagi PPP Jeneponto untuk membangun kekuatan organisasi yang lebih solid.
“Bagi saya, amanah memimpin PPP bukan sekadar jabatan politik, tetapi merupakan tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan partai sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar Imam Taufiq.
Ia menegaskan, PPP harus hadir bukan hanya ketika momentum politik tiba, tetapi harus selalu berada di tengah masyarakat.
“PPP harus hidup di tengah masyarakat. Kader harus hadir, bekerja dan memberikan manfaat,” tegasnya.
Di bawah kepemimpinannya, konsolidasi internal menjadi agenda utama. Struktur partai akan diperkuat mulai dari tingkat DPC, Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga Ranting di tingkat desa dan kelurahan.
Konsolidasi tersebut, kata dia, tidak hanya diarahkan untuk menghadapi agenda politik dan pemilu, tetapi juga membangun kembali militansi kader serta memperkuat hubungan partai dengan masyarakat.
Ia menilai, kekuatan utama sebuah partai bukan hanya terletak pada jumlah kursi di legislatif, tetapi pada seberapa kuat akar partai di tengah masyarakat.
“Kita boleh berbeda dalam pandangan, tetapi jangan berbeda dalam tujuan. Tujuan kita sama, yaitu membesarkan PPP dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Jeneponto,” katanya.
Lebih lanjut, Imam Taufiq menekankan bahwa politik harus ditempatkan sebagai instrumen pengabdian. Jabatan politik bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan kepada Allah SWT.
“Politik adalah jalan pengabdian. Kekuasaan bukan tujuan, tetapi sarana untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Untuk Pemilu Legislatif mendatang, DPC PPP Jeneponto menargetkan minimal 6 kursi di DPRD Kabupaten Jeneponto. Sementara untuk Pilkada, pihaknya akan mendorong kader untuk bertarung minimal sebagai calon Wakil Bupati Jeneponto.
Menurutnya, target tersebut membutuhkan kerja politik yang terukur, kaderisasi berkelanjutan, penguatan struktur, serta pelibatan generasi muda. Ia menyebut Gen-Z akan menjadi jumlah pemilih yang sangat signifikan sehingga harus dirangkul dalam struktur maupun penyusunan calon legislatif.
“Kita ingin PPP bukan hanya besar secara struktur, tetapi juga besar di hati masyarakat. Kalau kader solid, struktur kuat dan masyarakat percaya, insyaallah PPP akan kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Jeneponto,” pungkasnya.




