Bola.com, Gianyar - “Dari sekian banyak pemahat di Bali, akhirnya saya yang ditunjuk untuk membuat trofi Piala Presiden."
Itulah sepenggal kalimat pembuka dari Ida Bagus Lasem, sosok pembuat trofi Piala Presiden. Sekarang, usia Ida Bagus Lasem menyentuh 86 tahun. Namun ia masih sangat fasih untuk menceritakan bagaimana ia akhirnya menjadi pemahat trofi Piala Presiden.
Bermodalkan Rp25 juta, dengan teliti ia memahat kayu jati untuk menjadi trofi turnamen yang sudah digelar sebanyak 8 kali tersebut.
Lalu seiring berjalannya waktu, trofi tersebut dipercantik dengan ornamen berbahan dasar perak dan batu dari berbagai penjuru tanah air dengan berbagai filosofi yang terkandung di dalamnya.
Penambahan berbagai ornamen tersebut, menjadikan trofi ini terasa sangat spesial. Ia cukup senang akhirnya trofi yang dibuatnya kembali lagi ke Tanah Gianyar.
“Dia kembali ke rumahnya untuk sementara,” beber pria asal Desa Kemenuh, Gianyar tersebut.
Jauh sebelum Piala Presiden 2026, Bali United sebenarnya berpeluang membawa pulang trofi tersebut ke Gianyar. Saat itu, Bali United melenggang ke final Piala presiden 2018. Namun sayangnya, harus tumbang di tangan Persija Jakarta dengan skor 3-0.
Ida Bagus Lasem bahagia setelah trofi buatannya dipercantik oleh seniman asal Yogyakarta, Surya Aditya Putra pada Piala Presiden 2017.
“Sekarang saya melihat trofi Piala Presiden sudah semakin cantik. Ini untuk kebaikan bersama dan apa yang dilakukan untuk trofi tersebut, masing-masing pasti ada tujuan seninya,” tambahnya.
Desain trofi untuk tahun ini juga mendapatkan apresiasi dari penjaga gawang Persebaya Surabaya, Reza Arya Pratama.
Ia melihat trofi yang dimenangkan oleh Persebaya kali ini, sangat unik dan berbeda dari yang lain. “Sangat unik dibuat dari kayu dan langsung dibuat oleh seniman Bali ya?,” ujarnya.
“Top ini pialanya. Ada ornamen Bali dan Indonesia,” tambah mantan penjaga gawang PSM Makassar tersebut.
Pada episode ini, trofi Piala Presiden memiliki rumah baru. Adalah Persebaya yang sukses meraih gelar juara usai menumbangkan Persib Bandung melalui drama adu penalti dengan skor 1-1 (5-6).
Euforia tidak hanya dirasakan sang juara, tetapi semua elemen yang terlibat di dalamnya yang membuat Piala Presiden 2026 tidak hanya sekadar hiburan rakyat semata.




