Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, saat berkunjung ke GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada Jumat (7-8-2026). Menurut Airlangga, mobil-mobil hybrid sudah menunjukan pertumbuhan penjualan yang baik.
"Sekarang hybrid penjualannya naik karena dengan infrastruktur terbatas, teknologi ini jadi solusi bagi masyarakat sebelum masuk ke BEV (battery electric vehicle)," kata Airlangga.
"Karena sudah jalan, insentifnya sudah full. Insentif itu diberikan untuk produksi nasional, dan ini produksinya sudah nasional," lanjut dia.
Dia menilai pemberian insentif ini untuk mendorong produksi lokal, dan berujung kepada penggunaan komponen lokal. Sedangkan untuk mobil hybrid sudah mulai diproduksi lokal. Baca Juga:
Era Baru Berpetualang Bersama Jetour T2 i-DM
"Produksinya sudah bagus, penjualan juga sudah naik 45 persen dibandingkan tahun lalu. Jadi tujuan pemerintah untuk menaikkan local content sudah tercapai," katanya.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, juga memberikan 'kode' serupa. Dia menyebutkan teknologi hybrid, baik mild hybrid, strong hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), maupun range extended electric vehicle (REEV), belum masuk dalam pembahasan insentif.
"Saya belum dengar rencana itu (hybrid diberikan insentif). Yang saya dengar baru untuk BEV (battery electric vehicle), baik yang menggunakan baterai berbasis nikel maupun lithium," kata Purbaya usai menghadiri The 20th Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026).
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)




