Spekulasi mengenai potensi kerusuhan massal hingga pemberlakuan status darurat militer pada Agustus 2026 belakangan memicu keresahan di tengah masyarakat, pelaku usaha, hingga pasar.
Pengamat politik Rocky Gerung menepis spekulasi tersebut. Ia menilai Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki alasan untuk mengambil langkah otoritarian dengan mengorbankan posisi dan reputasinya sebagai pemimpin sipil.
Rocky mengatakan Prabowo telah berhasil mengubah identitasnya dari seorang komandan militer menjadi pemimpin sipil sekaligus ketua partai politik yang legitimate. Menurutnya, perubahan posisi tersebut merupakan modal politik yang justru sedang dibangun Prabowo.
Karena itu, Rocky menilai langkah menuju kekuasaan absolut dengan dalih darurat militer akan menjadi kemunduran bagi Prabowo.
"Sekarang dia adalah pemimpin sipil dan dia sudah punya reputasi internasional. Enggak mungkin dia tukar tambahkan itu dengan ambisi (darurat militer) itu," jelas Rocky.
Rocky juga mengaitkan penilaiannya dengan situasi pada 1998. Menurut dia, ketika itu Prabowo memiliki posisi sebagai komandan dengan potensi dan kendali militer yang kuat. Namun, Rocky menyebut Prabowo tidak memilih mengambil alih kekuasaan.
Menurut Rocky, keputusan tersebut menunjukkan bahwa Prabowo memahami konsekuensi jika kekuatan militer digunakan untuk mengambil alih kekuasaan dan dampaknya terhadap tatanan bangsa.
"Psikologi basic psychology dari Prabowo sebagai komandan yang punya potensi lakukan itu, dia enggak lakukan," kata Rocky.
Rocky turut menyoroti munculnya fenomena common sense of fear atau ketakutan komunal menjelang Agustus. Ia menilai ketakutan tersebut dapat muncul akibat isu yang sengaja dihembuskan untuk menciptakan instabilitas.
Menurut Rocky, salah satu sasaran dari isu tersebut adalah kelompok mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), yang diharapkan terpancing untuk turun ke jalan.
Meski demikian, Rocky meyakini kelompok terpelajar saat ini semakin mampu membaca dinamika politik. Ia menilai mahasiswa menyadari adanya potensi dimanfaatkan oleh kepentingan elite.
Baca Juga: Gegara Kasus MBG, Prabowo Disebut 'Bersihkan' Ring 1
"Mereka tahu bahwa mereka lagi dipancing untuk jadi martir di atas perkelahian dua tokoh utama di sekitar Prabowo," tutur Rocky dalam kanal YouTube Total Politik pada 5 Agustus 2026.
Rocky pun menilai masyarakat perlu melihat secara kritis berbagai spekulasi yang beredar mengenai potensi kerusuhan maupun darurat militer agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terbukti.




