Karhutla di Gunung Bromo semakin meluas akibat angin kencang

antaranews.com
10 jam lalu
Cover Berita
Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo yang merupakan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, semakin meluas akibat angin kencang dan belum juga padam hingga Sabtu (8/8) malam.

"Kami mendapatkan informasi perkembangan kebakaran di TNBTS bahwa api menjalar di kawasan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di arah blok Jantur akibat kuatnya angin yang cukup kencang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.

Menurutnya, tim gabungan yang melakukan pemadaman kobaran api diminta untuk memprioritaskan keselamatan, sehingga semua tim berkumpul ke lokasi yang aman yakni di sekitar JLKT.

"Tidak selang lama kemudian, kami mendapat informasi bahwa angin agak mereda dan tim bergerak maju ke arah Jemplang melalui jalur lama. Kami berhasil memutus api tidak menyeberangi jalur lama (jaring laba-laba), sehingga diharapkan sepanjang malam ini angin tidak membesar, dan api tidak menyeberang lagi ke arah utara Watangan," tuturnya.

Ia mengatakan semua petugas masih siaga penuh untuk memantau situasi karhutla di Gunung Bromo dan mudah-mudahan api tidak semakin membesar.

Baca juga: Khofifah upayakan helikopter "water bombing" beroperasi di Bromo besok

Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 176 hektare dan sebagian besar kawasan yang terbakar berada di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Kebakaran yang mulai terjadi pada Senin (3/8) tersebut terus meluas. Pada awal kejadian, luas area terbakar tercatat sekitar 7,9 hektare, kemudian meningkat menjadi 44 hektare, 51 hektare hingga mencapai sekitar 176 hektare pada Jumat (7/8) malam.

Sementara itu, Balai Besar TNBTS mengumumkan penutupan secara total seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo menyusul kejadian kebakaran hutan yang semakin meluas di area Kaldera Bromo sejak 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan..

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha dalam surat keterangan resmi, Sabtu malam, mengatakan bahwa langkah penutupan kawasan tersebut diambil demi efektivitas upaya pemadaman api di lapangan serta menjamin keamanan dan keselamatan para pengunjung.

Penutupan diberlakukan di seluruh pintu masuk kawasan TNBTS, yang meliputi pintu masuk Cemorolawag di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

Baca juga: Kemenhut tutup seluruh pintu masuk wisata Bromo akibat kebakaran hutan

Baca juga: PMI Probolinggo bantu padamkan karhutla Gunung Bromo

Baca juga: Balai Besar TNBTS duga kebakaran di Bromo karena aktivitas manusia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Hanya Jadi Aktor, Jerome Kurnia Kini Jadi Eksekutif Produser Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
• 23 jam lalugrid.id
thumb
BPIP Membekali Paskibraka HUT Ke-81 RI untuk Mencetak Calon Pemimpin Berkarakter Pancasila
• 19 jam lalupantau.com
thumb
4 Shio Mendadak Ketiban Durian Runtuh pada 9 Agustus 2026: Rezeki Datang di Luar Ekspektasi
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Kung Fu Soccer Bukan Shaolin Soccer 2, Stephen Chow Ungkap Perbedaan Ceritanya
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Bos Konter HP Semarang: Ekonomi
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.