Kebakaran Lahan Kian Meluas, Kawasan Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

MALANG, KOMPAS - Kawasan wisata Gunung Bromo di Jawa Timur ditutup total sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan total semua akses masuk itu dilakukan menyusul kondisi kebakaran lahan yang kian meluas di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) hanya menutup akses dari Coban Trisula di Kabupaten Malang dan Senduro di Kabupaten Lumajang. Sedangkan akses dari Wonokitri di Kabupaten Pasuruan dan Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo tetap dibuka dengan batas kunjungan hanya sampai lautan pasir.

Akan tetapi, titik api yang sebelumnya sempat disebut mulai mengecil akibat upaya pemadaman, termasuk menggunakan helikopter, pada Sabtu malam terpantau meluas dan cukup besar. Belum ada konfirmasi wilayah mana yang terbakar.

Kepala BBTNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha dalam siara pers tertulis pada Sabtu pukul 21.52 WIB menyatakan, penutupan kawasan wisata Bromo dilakukan agar upaya pemadaman berjalan efektif. Penutupan juga dilakukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung.

“Penutupan dilakukan sejak Sabtu tanggal 8 Agustus 2026 mulai pukul 22.00 WIB sampai dengan batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut,” ujarnya.

Rudijanta menyebut, bagi pengunjung yang telah memesan tiket secara daring untuk kunjungan selama penutupan, mereka diberi kesempatan untuk penjadwalan ulang atau pengembalian uang dengan melengkapi formulir yang akan disampaikan melalui aplikasi booking online TNBTS.

Pihak BBTNBTS pun meminta masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata untuk tidak beraktivitas di dalam kawasan TNBTS dan tetap menjaga kawasan TNBTS dari kebakaran hutan dengan memerhatikan penggunaan api.

Baca JugaKebakaran di Bromo Meluas 176 Hektar, Api Mengarah ke Bukit B29

Sebelumnya, Rudijanta mengatakan, api yang membakar sebagian kawasan TNBTS berasal dari atas tebing Kaldera Tengger, yakni di sekitar jalur tradisional yang menghubungkan Desa Arjosari dengan Ranu Pani.

“Kemungkinan, kadang-kadang, yang melintas, kalau dingin membuat perapian untuk menghangatkan badan. Mungkin mereka lupa atau seperti apa. Dengan cuaca seperti ini jadi pemicu kebakaran. Kemungkinan tidak disengaja,” ucapnya.

Kebakaran lahan di kawasan TNBTS terpantau sejak Senin (3/8/2026). Hingga Jumat (7/8/2026), Rudijanta menyebut, luas area terdampak kebakaran mencapai 176 hektar. Kondisi vegetasi yang kering, kelembaban udara rendah, serta kencangnya tiupan angin membuat api mudah menjalar ke lokasi lain.  

Sejak menerima informasi kebakaran, BBTNBTS telah mengerahkan personel gabungan, terdiri dari petugas BBTNBTS, Manggala Agni, korps Marinir, Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar, Masyarakat Peduli Api, warga Desa Ranu Pani dan Ngadas, serta Resort Ranu Pani dan Jemplang.

Baca JugaKebakaran Bromo Capai 70 Hektar, Drone hingga Damkar Dikerahkan Padamkan Api

Pemerintah daerah, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan berbagai pihak juga ikut bergabung untuk memadamkan kebakaran.

Pada masa awal kebakaran, pemadaman dilakukan melalui jalur darat menggunakan peralatan tradisional, gepyok, dan semprotan air. Karena lokasi kebakaran berada di lereng dengan akses terbatas, maka penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keamanan personel.

Sejak Jumat (7/8), pemadaman dilakukan melalui udara dengan melibatkan helikopter milik BNPB dan TNI AL dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jatim. Adapun pada Sabtu (8/8), menurut data BPBD Kabupaten Malang, dilakukan water bombing menggunakan tiga unit helikopter secara bergantian.

Operasi penyemprotan menggunakan drone dari BPBD Jatim juga dilakukan ke area savana untuk pengamanan bawah dan pembasahan hot spot (bara) yang dimungkinkan menyala kembali. ”Total water bombing hari ini (Sabtu) 4.800 liter,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.

Penutupan dilakukan sejak Sabtu tanggal 8 Agustus 2026 mulai pukul 22.00 WIB sampai dengan batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut

Saat meninjau lokasi kebakaran, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, sejak Selasa (4/8), pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB. Pemprov Jatim juga telah berkirim surat meminta bantuan helikopter yang bisa melakukan water bombing dengan kapasitas 1.000 liter.

Keberadaan helikopter dari Kalimantan Tengah, serta dua unit lainnya milik TNI AL yang datang, akhirnya ikut mendukung upaya pemadaman yang sebelumnya hanya dilakukan secara tradisional dan menggunakan drone dengan kapasitas terbatas 100-150 liter.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serangan Udara Makin Terbatas, Jenderal AS Dorong Trump Akhiri Konflik dengan Iran
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Surge (WIFI) Tambah Lini Bisnis Konstruksi Sentral Telekomunikasi, Bidik Pasar B2B
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Antisipasi Begal, 350 Personel Polisi Dikerahkan
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemprov DKI Atur WFH Bergantian untuk 1.000 ASN Setelah Gedung Bapenda Kebakaran Hebat
• 18 jam lalunarasi.tv
thumb
Menjaga Tradisi Silaturahmi, Abdul Hakim Mahfudz Buka Diri untuk Amanah NU
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.