Ini alasan Pramono bongkar satu JPO viral "Love-Hate" di Rasuna Said

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan alasan pembongkaran salah satu jembatan penyeberangan orang (JPO) yang belakangan viral dengan sebutan JPO "Love-Hate Relationship" di kawasan Jalan HR Rasuna Said, yakni terkait persoalan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

"Alasannya, yang satu JPO (di Rasuna Said) akan kita bongkar adalah karena yang satu itu betul-betul tidak ramah terhadap disabilitas," kata Pramono usai mengunjungi JPO di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu.

Dia menyebutkan berdasarkan hasil pengecekan langsung di lokasi, salah satu JPO dinilai tidak ramah terhadap kelompok disabilitas karena terdapat perbedaan ketinggian antara akses JPO dan area sekitarnya.

"Yang lama sudah tidak ada lift, sehingga tidak mudah untuk diakses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas," ucap Pramono.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat penyandang disabilitas kesulitan memanfaatkan fasilitas penyeberangan yang tersedia.

"Kalau kita sambungkan, ada beda tinggi yang cukup tinggi sehingga itu menyebabkan masyarakat yang menyandang disabilitas tidak bisa memanfaatkan lokasi atau tempat tersebut," jelas Pramono.

Dengan pembongkaran satu JPO lama itu, maka nantinya hanya akan terdapat satu JPO di lokasi tersebut.

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan fasilitas yang dipertahankan itu juga akan diperbaiki dan ditingkatkan pemeliharaannya.

Baca juga: Pramono bongkar satu JPO viral "Love-Hate" di Rasuna Said

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan fasilitas tersebut dapat digunakan secara lebih mudah oleh masyarakat, termasuk memastikan keberadaan dan fungsi lift dapat menunjang kebutuhan pengguna.

"Dan yang baru nanti sepenuhnya maintenance-nya (perawatan) kita perbaiki, kita permudah, termasuk lift dan sebagainya yang sudah kita lakukan pengecekan sehingga mudah-mudahan tidak lagi "Love and Hate", tidak lagi "Love and Love", atau Love-nya satu aja," terang Pramono.

Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan oleh Pramono beserta jajarannya, kedua JPO tersebut pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai fasilitas penyeberangan masyarakat sekaligus mendukung akses terhadap fasilitas transportasi, termasuk layanan Light Rail Transit (LRT).

Namun, terdapat perbedaan mendasar pada usia dan desain kedua JPO tersebut. Salah satu JPO merupakan fasilitas yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak lama, sedangkan JPO lainnya merupakan fasilitas yang lebih baru, yang berkaitan dengan LRT dan KAI.

"Yang satu, yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu lebih lama (umurnya), kalau dilihat desainnya, pasti desain tahun 80-an atau 90-an awal. Sementara, yang satu dibuat oleh LRT dan juga KAI, ini yang lebih baru," ungkap Pramono.

Lebih lanjut, dia menilai keberadaan kedua JPO dengan fungsi yang sama itu menunjukkan adanya persoalan dalam kebijakan pembangunan fasilitas publik pada masa lalu.

Oleh karena itu, Pramono menekankan JPO lama milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan dibongkar, sementara JPO yang lebih baru akan dipertahankan dan diperbaiki fasilitasnya.

Baca juga: Koalisi Pejalan Kaki minta JPO kawasan UI hingga Pasar Minggu direnovasi

Baca juga: Pemprov DKI hubungkan dua JPO di Rasuna Said


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenekraf: Pendampingan akselerasi jaga industri gim berkelanjutan
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Kondisi Kampung Walesi Wamena Pascapenembakan di Festival Lembah Baliem
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta, Polisi Sterilisasi Lokasi dan Kerahkan Tim DVI
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Polda Metro-Kodam Jaya Beri Layanan Kesehatan kepada 1.876 Warga di Monas
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, Transaksi Capai Rp49,9 T
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.