Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan sejumlah proyek transportasi publik yang akan memperkuat konektivitas Jakarta hingga 2029. Mulai dari pengoperasian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, pembangunan jalur baru menuju Dukuh Atas, hingga penyelesaian MRT Lebak Bulus-Kota Tua.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri peluncuran call center 1500813 Dinas Perhubungan DKI Jakarta di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (9/8).
Pramono mengatakan tingkat konektivitas transportasi publik di Jakarta kini telah melampaui 97 persen.
Dalam waktu dekat, LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai sepanjang 12,2 kilometer akan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
"Apalagi kalau sebentar lagi kemudian LRT Jakarta dari Kelapa Gading, yang dulu disebut dengan Pegangsaan Dua, sampai dengan Manggarai telah bisa dioperasikan pada bulan Agustus ini," kata Pramono.
Setelah jalur tersebut tersambung hingga Manggarai, Pemprov DKI memutuskan melanjutkan pembangunan LRT menuju Dukuh Atas.
"Kalau konektivitas LRT sampai Manggarai sudah terhubung, maka kami sudah memutuskan langsung dibangun dari Manggarai ke Dukuh Atas," ujarnya.
Pramono menambahkan pembangunan pedestrian deck di kawasan Dukuh Atas juga telah dimulai.
"Kalau itu dilakukan, maka konektivitas backbone utama transportasi Jakarta alhamdulillah sudah tersambungkan," katanya.
LRT ke JIS dan Stasiun Whoosh HalimSelain jalur Manggarai-Dukuh Atas, Pemprov DKI juga akan melanjutkan pembangunan LRT dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS) serta rute Velodrome-Stasiun Whoosh Halim.
"Nanti tinggal LRT yang dari Kelapa Gading ke JIS, dari Velodrome ke Whoosh akan kami lanjutkan," ucap Pramono.
Ia berharap pengembangan jaringan tersebut semakin memperkuat integrasi transportasi publik di Jakarta.
MRT Lebak Bulus-Kota Tua Rampung 2029Pramono menargetkan pembangunan MRT rute Lebak Bulus-Kota Tua selesai pada akhir 2029.
"Apalagi kalau kemudian nanti di akhir tahun 2029 MRT utama dari utara ke selatan, yaitu dari Lebak Bulus sampai dengan Kota Tua insyaallah akan selesai di tahun 2029," ujarnya.
Menurut Pramono, peningkatan konektivitas mulai berdampak pada naiknya minat masyarakat menggunakan transportasi umum.
Ia menyebut jumlah penumpang Transjakarta pada semester ini meningkat 14,99 persen. Peningkatan juga terjadi pada MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjabodetabek.
"Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Jakarta untuk menggunakan transportasi umum jauh lebih baik," tuturnya.
Pramono menegaskan Pemprov DKI terus mendorong penggunaan transportasi umum untuk menekan kerugian ekonomi akibat kemacetan.
Berdasarkan data yang diterimanya, kerugian akibat kemacetan di Jakarta mencapai lebih dari Rp 100 triliun setiap tahun.
"Kenapa itu kami lakukan, Saudara-saudara sekalian? Saya menyadari sepenuhnya bahwa setiap satu tahun akibat kemacetan di Jakarta, dari data yang kami peroleh, termasuk yang dihitung oleh Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, lebih dari Rp 100 triliun," jelas Pramono.
"Maka untuk itu, kemudahan transportasi kami lakukan," lanjutnya.





