BGN Tegaskan Penanggung Jawab Sekolah Wajib Cek Makanan Sebelum Dibagikan

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pemeriksaan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dengan melibatkan petugas penanggung jawab atau person in charge (PIC).

PIC wajib memastikan makanan yang diterima dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aman sebelum disajikan kepada siswa.

"Manakala tidak memenuhi standar, maka tidak harus atau wajib hukumnya tidak diberikan kepada siswa," kata Ketua BGN Sudaryono dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi BGN, Minggu (9/8/2026).

Baca juga: Kebijakan MBG Perlu Sentuhan Kemanusiaan

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono dalam rapat koordinasi terkait tata kelola dan penyelenggaraan MBG di sekolah secara daring, Sabtu (8/8/2026).

Sudaryono menjelaskan, PIC berasal dari tenaga kependidikan, seperti tenaga administrasi atau tata usaha, dan bukan guru yang memiliki tugas mengajar.

PIC bertugas menerima makanan dari dapur sekaligus melakukan pemeriksaan sebelum makanan diberikan kepada siswa. Seluruh proses tersebut juga tercatat dalam sistem.

Pemeriksaan dilakukan melalui mekanisme organoleptik, yakni dengan melihat, mencium, dan mencicipi makanan.

"Namun di situ, tetap PIC juga melakukan satu mekanisme organoleptik, yaitu dibuka, diambil sampelnya, dibuka, kemudian dibau, dicium, dirasa, dilihat," jelasnya.

Baca juga: Permintaan Maaf Kepala BGN soal Keracunan MBG, Siapkan Aturan Baru hingga Sanksi Dapur

"Jadi PIC itu adalah layer terakhir kedua, yang memastikan bahwa menu makanan itu aman dan tidaknya," tegas Sudaryono.

Pengawasan Produksi Diperketat

Selain pemeriksaan di sekolah, BGN juga membenahi sistem pengawasan produksi makanan di seluruh SPPG.

Saat ini terdapat 27.489 SPPG yang beroperasi dan diwajibkan menggunakan sistem monitoring produksi.

Sistem tersebut mencatat seluruh tahapan produksi, mulai dari persiapan bahan makanan, proses memasak, makanan matang, pengemasan, hingga pengiriman ke sekolah.

Melalui sistem ini, BGN dapat memantau waktu makanan diproduksi, matang, hingga disajikan kepada siswa.

Baca juga: Kepala BGN: Ada 950 Dapur MBG yang Dicurigai Tidak Penuhi Standar Higienitas

Sudaryono menegaskan, keamanan makanan menjadi syarat utama sebelum MBG dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Pendidikan terhadap siswa dan lain-lain ini akan terlaksana manakala syarat pertamanya adalah menu makanan yang dibagikan kepada siswa itu harus aman," kata Sudaryono.

"Maksud saya begini, semua ini tidak akan ada artinya manakala yang diberikan, menunya yang diberikan dalam ompreng itu kemudian tidak aman," lanjutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Akan Ekshumasi Jenazah Sutrimo Usai Terima Laporan Keluarga
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Kemenkum Lampung berkomitmen hadirkan pelayanan hukum yang bermanfaat
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Polisi Segera Ekshumasi Jenazah Sutrimo untuk Ungkap Penyebab Kematian
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Kronologi Kakek di Tulungagung Tewas Usai Jatuh ke dalam Sumur Belakang Rumah, Hilang Sejak Subuh
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Tamat dengan Ending Tragis, Overdo Bikin Fans Zhang Linghe Stres  
• 20 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.