Keluarga Serahkan Proses Pengusutan Penyebab Kematian Sutrimo ke Polisi

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Keluarga almarhum Sutrimo akhirnya melaporkan kematian pria asal Desa Wlahar, Kabupaten Banyumas, itu ke polisi. Pihak keluarga mencurigai adanya ketidakwajaran atas kematian Sutrimo.

"Keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penelusuran kepada penyidik dan tidak menunjuk pihak tertentu sebagai terlapor. Keputusan membuat laporan tersebut diambil setelah keluarga melakukan pembahasan bersama selama dua hari," ujar kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Laporan itu tercatat dengan nomor STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH. Aan mengatakan langkah tersebut diambil setelah keluarga mempertimbangkan berbagai informasi yang berkembang.

Baca juga: Polisi Dalami Identitas Febrio Adiono Terkait Kematian Sutrimo

Sejak awal keluarga tidak menemukan hal yang menimbulkan kecurigaan ketika jenazah tiba di rumah. "Prinsipnya keluarga cuma minta kepastian hukum terkait meninggalnya saudara Sutrimo. Wajar atau tidak, cuma itu saja," ungkapnya.

Aan menjelaskan, keluarga sebelumnya telah menerima dan mengikhlaskan kepergian Sutrimo. Namun, munculnya beragam informasi di tengah masyarakat membuat keluarga ingin mendapatkan kejelasan melalui proses yang dilakukan kepolisian.

"Karena berita simpang siur ke sana-ke sini, mengganggu lingkungan sekitar, buat keluarga juga lingkungan masyarakat di Desa Wlahar. Jadi keluarga ingin kepastian," ujarnya.

"Keluarga tidak punya siapa terlapornya dan lain-lain, semuanya diserahkan kepada penyidik," tambahnya.

Aan berharap masyarakat maupun media dapat memberikan ruang kepada keluarga dan tidak terlebih dahulu menyimpulkan penyebab kematian Sutrimo sebelum proses kepolisian selesai. Keluarga berharap proses tersebut dapat memberikan jawaban yang jelas.

"Kita berdoa, semoga sebenarnya kematiannya wajar," ujarnya.

Aan mengatakan pihak keluarga akan kooperatif apabila penyidik membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah, termasuk apabila autopsi dinilai diperlukan untuk kepastian.

Baca juga: Polisi Segera Ekshumasi Jasad Sutrimo untuk Usut Penyebab Kematian

"Kakak tiri Sutrimo, Tukim, menjelaskan keluarga sempat melihat kondisi jenazah saat tiba di rumah dan ketika itu tidak menemukan hal yang mencurigakan," ucapnya.

Keluarga menyebut telah menerima KTP, uang santunan sebesar Rp 20 juta, serta sejumlah surat keterangan dari rumah sakit. Sementara ponsel milik Sutrimo disebut belum diterima. Laporan keluarga Sutrimo didaftarkan ke Polresta Banyumas.

Sebagai informasi, Sutrimo merupakan sosok laki-laki yang tewas dengan mulut berbusa di depan klinik Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sampai saat ini kematiannya masih menjadi misteri.

Penyebab kematian Sutrimo pun kini masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Sedangkan di media sosial, Sutrimo ramai disebut kepala rumah tangga (karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah.




(dvp/azh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Segitiga Emas Ankara-Riyadh-Islamabad: Membaca Efek Gentar Pakta Makkah 2026
• 28 menit lalurepublika.co.id
thumb
Rekomendasi 5 Film Rom-Com 2000-an buat Tontonan Akhir Pekan
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Peringatan IDI soal Nakes 'Nirempati' pada Curhatan Pasien BPJS Yurizal: Burnout Bukan Alasan
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemkomdigi Targetkan Reaktivasi IGRS Rampung Tahun 2026
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Viral Tim Awkarin Jemput Bola Hubungi Brand, Sang Influencer: In This Economy Kenapa Harus Malu?
• 12 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.