JAKARTA, KOMPAS.TV - Pihak pendiri yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan buka suara terkait temuan diduga ratusan senjata api pada ruangan yayasan tersebut.
Salah satu pendiri awal Yayasan, Yan Sofyan Syafe’i mengaku sedih dengan temuan tersebut, pasalnya hal itu mencederai visi dari lembaga pendidikan yang telah didirikan sejak 1979 ini.
Menurut penjelasannya visi dan misi yayasan tersebut yakni untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, serta diharapkan menjadi pemimpin bangsa di kemudian hari.
Baca Juga: Polda Metro Ungkap Pemilik 996 Senjata di Yayasan Sekolah Jaksel, Sudah Meninggal Sejak 2020
"Bagaimana perasaan kami pada saat ini mendengar adanya masalah yang terjadi di sekolah kita? Memang sedih sekali," kata Yan dalam konferensi pers, Minggu (9/8/2026).
"Karena apa? Karena betul-betul kita mendirikan sekolah itu betul-betul dengan rasa keinginan untuk menjadikan anak-anak kita menjadi anak-anak bangsa yang saleh dan salihah, dan juga menjadi pemimpin bangsa yang betul-betul menjadi keinginan, harapan kita sekalian bangsa indonesia," sambungnya.
Terkait temuan senjata dan barang-barang lain di lingkungan sekolah tersebut, Yan berharap persoalan itu dapat segera diselesaikan.
"Saya dengar adanya hal-hal yang kurang menarik di situ, disamping adanya senjata api juga, softgun dan lain-lain, ada juga ditemui juga ,ya hal kurang menarikah untuk diutarakan di sini, seperti misalnya ada beberapa hal yang kurang menarik, yang tidak baik untuk sekolah kita sebagai sekolah Islam, dan mudah-mudahan itu semua bisa diselesaikan dengan cara yang sebaik mungkin," tuturnya.
Sehingga, sekolahnya tersebut dapat kembali sesuai dengan tujuan awal didirikannya yakni dapat mencetak anak-anak yang saleh dan salihah, serta menjadi pemimpin bangsa di kemudian hari.
"Tentunya kami selaku pendiri merasa bersedih sekali dengan adanya hal seperti ini tetapi Insyaallah seperti yang tadi saya utarakan, mudah-mudahan semua itu dapat diperbaiki dengan sebaik-baiknya, sehingga kita akan kembali kepada tujuan awal daripada kami mendirikannya yaitu mencetak siswa kita ini menjadi anak-anak, murid yang salih dan salihan dan juga kelak menjadi pemimpin bangsa," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, dia turut menjelaskan bahwa yayasan sekolah swasta tersebut sejatinya didirikan oleh lima orang, termasuk dirinya. Namun saat ini dirinya menjadi satu-satunya pendiri yayasan dimaksud.
"Pada saat ini hanya saya sendiri yang tinggal sebagai pendiri. Pendiri awal itu kami berlima. Hanya sayalah yang masih hidup saat ini," ucap Sofyan.
Baca Juga: Cerita Saksi Temukan Dugaan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta di Jakarta Selatan
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- ratusan senjata di sekolah
- senjata api
- yayasan sekolah di jaksel
- pendiri yayasan
- temuan ratusan senjata





