Yayasan Sekolah Harapan Ibu Pondok Pinang memutuskan proses pembelajaran dilakukan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama sepekan. Kebijakan ini diambil setelah ditemukan sejumlah senjata di lingkungan sekolah.
Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, mengatakan PJJ akan berlangsung mulai Senin (10/8) hingga Jumat (14/8). Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan keamanan peserta didik dan tenaga pendidik.
“Jadi selama satu minggu ke depan, hari Senin sampai hari Jumat tanggal 10 sampai tanggal 14 Agustus sekolah dilaksanakan dengan cara PJJ atau daring. Itu keputusan demi kepentingan terbaik anak, demi kepentingan terbaik peserta didik,” kata Hermawanto dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Minggu (9/8).
Selain menerapkan PJJ, pihak yayasan juga meminta polisi melakukan sterilisasi terhadap seluruh area sekolah. Sebab, menurut yayasan, masih terdapat ruangan yang belum dibuka dan masih dipasangi garis polisi.
“Jadi minggu depan tadi disampaikan sekolah akan PJJ total selama satu minggu untuk apa? Untuk memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik di sekolah. Kenapa? Karena masih ada ruangan yang tertutup, masih ada ruangan yang ter-police line yang kami tidak tahu di dalam isinya apa,” ujarnya.
Hermawanto mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk meminta proses sterilisasi segera dilakukan.
“Atas dasar itulah kita berkomunikasi kepada kepolisian untuk segera dilakukan sterilisasi. Komunikasi sudah berjalan, alhamdulillah direspons cukup baik oleh polres dan beliau mengatakan kami akan berkoordinasi dengan seluruh elemen ahlinya,” katanya.
“Yang jelas Polres Metro Jakarta Selatan sudah menyatakan berjanji dengan saya sudah dikomunikasikan dan tunggu waktunya kami akan lakukan segera. Itu komunikasi dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan,” lanjut Hermawanto.
Pihak yayasan berharap proses sterilisasi dilakukan selama masa PJJ sehingga ketika siswa kembali ke sekolah, kondisi lingkungan belajar sudah dipastikan aman.
Anissa E F Ismail, kuasa hukum lain yayasan, mengatakan terdapat sekitar 580 murid serta 140 guru dan tenaga pendidik yang kepentingannya perlu diperhatikan dalam proses penanganan temuan tersebut.
“Kami sungguh menyesali hal ini bisa terjadi semoga setelah proses sterilisasi yang insyaallah dilakukan minggu depan para orang tua murid para guru dan tenaga didik bisa kembali ke sekolah dengan perasaan yang lebih aman dan tenang,” kata Anissa pada kesempatan yang sama.
Selain meminta sterilisasi kepada polisi, yayasan juga berencana bertemu dengan KPAI pada Senin (10/8) untuk meminta perlindungan dan petunjuk terkait langkah yang akan diambil sekolah.
“Kami satu lagi perkembangan berikutnya adalah sebagai bentuk keseriusan yayasan untuk menindaklanjuti hal keadaan saat ini adalah kami sudah minta waktu untuk bertemu dengan KPAI besok dan alhamdulillah sudah disambut dengan baik kami insyaallah akan bertemu mereka besok,” ujarnya.
Polres Metro Jakarta Selatan tengah menyelidiki temuan ratusan senjata di salah satu ruangan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Temuan pertama terjadi pada 10-11 Juli 2026 di ruangan yang selama ini terkunci untuk kepentingan operasional sekolah.
Pada temuan tersebut ditemukan ratusan air gun, air rifle, ribuan peluru mimis, serta satu pucuk senjata yang diduga senjata api.
Kemudian pada Rabu (5/8) malam, pihak yayasan kembali menemukan sejumlah barang lain, di antaranya senjata laras panjang, laras pendek, peredam, magasin, berbagai jenis amunisi, taser gun, hingga alat pembuat peluru. Pengurus juga menemukan barang yang diduga berkaitan dengan narkotika serta CD porno





