Nilai industri kecerdasan buatan (AI) China diperkirakan melebihi 1,2 triliun yuan atau sekitar Rp3.200 triliun pada 2025.
IDXChannel - Nilai industri kecerdasan buatan (AI) China diperkirakan melebihi 1,2 triliun yuan atau sekitar Rp3.200 triliun pada 2025.
Dilansir dari Xinhua pada Minggu (9/8/2026), angkanya meningkat 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi China (CAICT) mencatat bahwa Negeri Tirai Bambu tersebut memiliki lebih dari 6.600 perusahaan AI pada Juni 2026, mewakili 15 persen dari total global.
"Model AI besar, agen AI, dan chip AI berkembang pesat, sementara produk AI semakin beragam dan penggunaannya meluas di seluruh industri tradisional," kata lembaga itu.
Segmen aplikasi menyumbang 55 persen dari seluruh rantai industri AI di China pada 2025. Nilainya meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pangsa segmen infrastruktur dasar mencapai 38 persen pangsa. Nilainya tumbuh 59 persen secara tahunan.
Pangsa segmen yang mencakup model dan kerangka kerja AI hanya mencapai tujuh persen. Namun nilainya tumbuh 189 persen year-on-year.
Industri ini sangat terkonsentrasi hanya di beberapa wilayah, dengan Beijing, Guangdong, Shanghai, Zhejiang, dan Shandong menyumbang lebih dari 80 persen dari total nasional. (Wahyu Dwi Anggoro)




