Buntut Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel, Yayasan Berlakukan PJJ-Minta Polisi Sterilisasi

kompas.tv
9 jam lalu
Cover Berita
Kuasa hukum pihak yayasan sekolah di Jakarta Selatan, Hermawanto dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (9/8/2026). (Sumber: Tangkap layar YouTube KompasTV.)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan meminta aparat kepolisian untuk melakukan sterilisasi di sekolah itu, usai ditemukannya ratusan senjata.

Hal itu disampaikan Kuasa hukum pihak yayasan, Hermawanto dalam konferensi pers pada Minggu (9/8/2026). Dia mengaku pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan pihak kepolisian ihwal permintaan tersebut.

"Jadi kami besok hari Senin, jadi kami sudah meminta komunikasi langsung, untuk meminta kepolisian untuk segera melakukan sterilisasi," kata Hermawanto.

Baca Juga: Soal Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel, Pendiri Yayasan Beri Penjelasan

Selain itu, pihak sekolah juga telah memutuskan melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring atau pendidikan jarak jauh (PJJ) selama satu pekan.

"Sekolah akan PJJ total selama satu minggu, untuk apa? Untuk memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik di sekolah," ucap dia.

Menurut penjelasannya, sistem PJJ akan diberlakukan mulai Senin (10/8/2026) besok.

"Selama satu minggu ke depan hari Senin sampai hari Jumat, tanggal 10-14 Agustus (2026), sekolah dilaksanakan PJJ atau daring," ucap Hermawanto.

PJJ serta permintaan sterilisasi, kata dia, dilakukan mengingat masih terdapat ruangan tertutup dan dipasangi garis polisi (police line).

"Karena masih ada ruangan yang tertutup, masih ada ruangan yang ter-police line, yang kami tidak tahu di dalam isinya apa. Atas dasar itulah kita berkomunikasi kepada kepolisian untuk segera dilakukan sterilisasi," ucapnya. 

"Komunikasi sudah berjalan, alhamdulillah direspons cukup baik oleh Polres (Polres Metro Jakarta Selatan), dan beliau mengatakan kami akan berkoordinasi dengan seluruh elemen ahlinya," ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan pendalaman pihak kepolisian, terdapat 996 senjata yang ditemukan di yayasan sekolah di Jaksel. Salah satu di antaranya merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA. 

Satu pucuk diduga senjata api itu merupakan milik seseorang berinisial DS. Namun, dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam, DS sudah meninggal dunia pada 2020 sehingga senjata tersebut diamankan untuk penelusuran lebih lanjut.  

Sementara itu, 995 pucuk yang diduga senapan angin terdiri atas 4 pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm, 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 mm. 

Ratusan senapan angin tersebut diamankan dan ditempatkan di gudang Subdit Wasendak Ditintelkam Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Polda Metro Ungkap Pemilik 996 Senjata di Yayasan Sekolah Jaksel, Sudah Meninggal Sejak 2020

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV

Tag
  • temuan senjata di sekolah
  • pjj
  • pembelajaran jarak jauh
  • polisi
  • sterilisasi
  • pihak yayasan sekolah jaksel
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Singgung Ego Pimpinan dan Istilah Love and Hate
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Yayasan Sekolah di Jaksel Ungkap Eks Pemilik Utang ke Bank Buat Lapangan Padel
• 1 jam laludetik.com
thumb
Kemenpora Gandeng World Aquatics Gelar Certification Course 2026
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Pramono Minta Kado 5 Abad Jakarta ke Persija: Juara Musim Depan!
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
PCPM Bank Indonesia Dibuka Hari Ini, Ini Syarat dan Linknya!
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.