Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan pembangunan Jembatan Gantung Cemara.
IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan pembangunan Jembatan Gantung Cemara di Desa Lembar Selatan, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Infrastruktur tersebut menjadi jembatan gantung geser (movable bridge) pertama di Indonesia.
Jembatan sepanjang 27,5 meter itu dibangun di atas Muara Pantai Cemara untuk menjawab kebutuhan konektivitas masyarakat sekaligus mempertahankan jalur keluar-masuk kapal nelayan.
Berbeda dari jembatan gantung konvensional, Jembatan Gantung Cemara menggunakan sistem movable bridge. Bentang jembatan dapat digeser secara horizontal ke sisi kanan atau kiri ketika kapal nelayan akan melintasi Muara Cemara.
Setelah kapal melintas, jembatan dapat dikembalikan ke posisi semula dan kembali digunakan sebagai akses masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jembatan gantung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan mobilitas dan membuka akses terhadap berbagai layanan.
"Jembatan gantung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan akses terhadap layanan publik semakin terbuka," kata Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8/2026).
Penerapan desain jembatan geser tersebut disesuaikan dengan kondisi Desa Lembar Selatan. Muara Cemara merupakan jalur yang digunakan kapal nelayan untuk keluar-masuk setiap hari, sementara masyarakat membutuhkan akses penghubung antara Dusun Puyahan dan Dusun Cemara.
Dengan sistem tersebut, kebutuhan konektivitas darat dan aktivitas pelayaran dapat berjalan secara bersamaan tanpa harus mengorbankan salah satunya.
Selain mempermudah mobilitas warga, keberadaan Jembatan Gantung Cemara juga membuka akses menuju kawasan wisata mangrove di sekitar Pantai Cemara. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung distribusi hasil tangkapan nelayan sekaligus meningkatkan kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Pembangunan jembatan dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB, termasuk pembangunan jalan pendekat. Dengan demikian, seluruh bagian infrastruktur kini dapat berfungsi sebagai satu kesatuan konektivitas bagi masyarakat pesisir.
Kementerian PU menyatakan pembangunan Jembatan Gantung Cemara menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang menyesuaikan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat.
Inovasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak selalu harus dilakukan dalam skala besar. Rekayasa sederhana yang disesuaikan dengan kondisi lokal juga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan konektivitas sekaligus menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.
(Wahyu Dwi Anggoro)





