Fahri Hamzah mengungkapkan sejumlah tugas yang akan dijalankan Danantara Housing dalam pengembangan sistem perumahan rakyat di Indonesia.
IDXChannel - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengungkapkan sejumlah tugas yang akan dijalankan Danantara Housing dalam pengembangan sistem perumahan rakyat di Indonesia.
Fahri mengatakan, dalam jangka pendek, Danantara Housing akan memiliki tugas untuk mengonsolidasikan aset yang tersedia. Sementara dalam jangka panjang, lembaga tersebut akan berperan dalam menyusun sistem antrean perumahan yang terintegrasi dengan sistem nasional serta menyiapkan pembiayaan perumahan jangka panjang.
"Danantara Housing itu dalam jangka pendek banyak tugasnya, mengonsolidasikan aset yang ada," kata Fahri saat ditemui dalam acara groundbreaking hunian subsidi Perum Perumnas di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Menurut Fahri, Danantara Housing nantinya perlu membangun sistem antrean perumahan yang terintegrasi secara nasional. Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat masuk dalam antrean untuk mendapatkan hunian sesuai dengan kebutuhannya.
Selain itu, Danantara Housing akan berperan dalam menyiapkan skema pembiayaan jangka panjang. Menurut Fahri, pembiayaan jangka panjang diperlukan agar masyarakat dapat memperoleh hunian dengan cicilan yang lebih terjangkau.
"Nanti dalam jangka panjang sama, dia harus menyusun antrean ya nanti berintegrasi dengan sistem nasional dan menyiapkan pembiayaan jangka panjang," ujarnya.
Fahri juga mengaitkan peran Danantara Housing dengan kemungkinan Perumnas dipercaya pemerintah menjadi offtaker dalam penyediaan unit rumah rakyat. Apabila Perumnas mendapatkan mandat tersebut, sumber unit perumahan dalam skema Danantara Housing dapat berasal dari Perumnas. Hal ini sejalan dengan posisi Perumnas sebagai salah satu badan usaha milik negara (BUMN).
"Kalau Perumnasnya yang dipercaya untuk menjadi offtaker-nya maka sumber unitnya nanti ada di Perumnas gitu, karena kan Perumnas juga bagian dari BUMN," kata Fahri.
Pada kesempatan itu, Fahri menilai Perumnas dapat memainkan peran yang lebih besar dalam penyediaan perumahan rakyat. Perumnas perlu memiliki kemampuan untuk mengelola modal dan aset yang besar apabila dipercaya menjadi offtaker. Aset tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengambil lokasi-lokasi strategis dan membangun hunian yang dekat dengan pusat aktivitas masyarakat.
"Apabila Perumnas dipercaya oleh pemerintah untuk menjadi offtaker, maka dia harus mengelola modal dan aset yang besar," ujar Fahri.
Fahri menilai penyediaan hunian di lokasi strategis penting agar masyarakat, khususnya pekerja muda, tidak terdorong untuk tinggal semakin jauh dari pusat kota. Ia juga mendorong pemanfaatan lahan pemerintah dan pengembangan hunian vertikal di kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik, termasuk di sekitar stasiun kereta api.
Dengan demikian, masyarakat dapat tinggal lebih dekat dengan pusat kegiatan ekonomi sekaligus menggunakan moda transportasi publik yang lebih terjangkau. (Febrina Ratna Iskana)





