Kekeringan Ancam 12 Kecamatan di Kabupaten Tangerang

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Tangerang - Tercatat, sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Tangerang masuk kategori waspada kekeringan, karena memiliki curah hujan sangat rendah.

"Kami meminta, seluruh camat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," ujar Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.

Advertisement

Ke-12 kecamatan yang masuk dalam waspada kekeringan tersebut adalah Balaraja, Cisoka, Kresek, Kronjo, Mauk, Pakuhaji, Rajeg, Sepatan, Sindang Jaya, Sukadiri, Sukamulya, dan Teluknaga.

"Wilayah tersebut, khususnya bagian utara Kabupaten Tangerang, ditandai dengan warna cokelat pada peta prakiraan curah hujan BMKG yang menunjukkan potensi minim hujan hingga akhir Oktober 2026," kata Maesyal.

Sementara puncak musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga September 2026. Sebagai langkah mitigasi, BMKG juga akan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak kekeringan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Maesyal meminta seluruh camat segera mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin timbul. Mulai dari kekurangan air bersih, meningkatnya debu, hingga potensi keretakan tanah yang dapat memicu bencana saat hujan kembali turun.

"Khusus penanganan kekurangan air bersih, saya minta segera disiapkan Surat Keputusan Bupati tentang penanganan dampak El Nino. BPBD menjadi koordinator penanganan di lapangan dan berkoordinasi dengan PDAM, Pertamina maupun instansi terkait lainnya untuk memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik," katanya.

Dia juga meminta seluruh camat segera melaporkan kondisi di wilayah masing-masing kepada BPBD apabila terjadi kekurangan pasokan air bersih agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

"Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, perangkat kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan ini diharapkan Kabupaten Tangerang tetap aman, kondusif, serta mampu menghadapi dampak musim kemarau secara optimal," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Intan Nurul Hikmah meminta seluruh camat meningkatkan pengawasan terhadap maraknya pembakaran sampah liar yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung.

"Kondisi kemarau membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Saya minta para camat terus melakukan monitoring, khususnya di wilayah yang masih sering terjadi pembakaran liar seperti Sindang Jaya dan Rajeg. Berikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemuda, Ilmu, dan Keterampilan sebagai Pilar Peradaban Bangsa
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Api Bromo Mulai Loncati Lautan Pasir, Pakar Ungkap Biang Keroknya
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kebakaran Belum Padam, Kawasan Gunung Bromo Masih Level II Waspada
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Farhan: Komunitas Turut Perkuat Pariwisata dan Promosi Kota Bandung
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Video: PR Pengusaha Jaga Kelangsungan Produk Alkes Made In Indonesia
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.