Pantau - Dua hafidz muda binaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur ditunjuk mewakili Indonesia dalam ajang MTQ Internasional di Rabat, Maroko.
Kedua hafidz tersebut adalah Muhammad Andi Saputra dan Aljuanda Kurniansyah yang sebelumnya meraih prestasi pada Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadits (STQH) Nasional 2025.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua LPTQ Kaltim Sri Wahyuni mengatakan Andi merupakan Juara 1 Tafsir Bahasa Arab Putra STQH Nasional 2025, sedangkan Aljuanda meraih Juara 1 Tahfiz 5 Juz Putra.
Keduanya menjadi delegasi Indonesia dalam ajang Mohammed VI International Prize for the Memorization, Recitation, and Interpretation of the Holy Quran.
Andi dan Aljuanda Berlaga di Dua CabangMuhammad Andi Saputra akan bertanding pada cabang Tafsir, sementara Aljuanda Kurniansyah mengikuti cabang Tajwid dan Tahfiz.
Sri Wahyuni mengatakan delegasi tersebut telah bertolak menuju Maroko melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Alhamdulillah, Kaltim kembali dipercaya mewakili Indonesia. Kemarin delegasi sudah bertolak ke Maroko melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Semoga langkah mereka dimudahkan untuk meraih juara," ujar Sri Wahyuni.
Ia berharap masyarakat Kalimantan Timur memberikan dukungan dan doa agar kedua hafidz tersebut mampu meraih hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama Indonesia.
Keikutsertaan dua hafidz tersebut juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur'an.
"Semoga tahun ini kita bisa kembali membawa pulang gelar juara. Ini akan menambah catatan prestasi internasional yang lahir dari hasil pembinaan secara terstruktur dan masif bagi anak-anak kita," ungkapnya.
Kaltim Punya Catatan Prestasi InternasionalKeikutsertaan hafidz asal Kalimantan Timur dalam kompetisi internasional bukan kali pertama terjadi.
Pada edisi sebelumnya, hafidz muda binaan LPTQ Kaltim Ahmad Fadhil juga dipercaya menjadi delegasi Indonesia.
Ahmad Fadhil berhasil meraih Juara II pada cabang hafalan 5 juz dan tilawah sehingga menambah catatan prestasi Kalimantan Timur di tingkat internasional.
LPTQ Kaltim berharap keberhasilan pembinaan tersebut dapat terus melahirkan generasi muda berprestasi yang mampu mewakili Indonesia dalam kompetisi Al-Qur'an tingkat dunia.




