995 Senjata Ditemukan di Sekolah, Komnas Anak Akan Datangi Sekolah Harapan Ibu

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) DKI Jakarta berencana mengunjungi Sekolah Harapan Ibu di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menyusul temuan 995 senjata, narkoba, hingga kepingan CD porno di sekolah tersebut.

Ketua Komnas PA DKI Jakarta Cornelia Agatha mengatakan, kunjungan tersebut akan difokuskan untuk melihat langsung kondisi psikologis para siswa sekaligus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan setelah temuan barang-barang berbahaya tersebut.

"Iya kita memang rencananya mau ke sana ya, untuk melihat kondisi anak-anak di sana bagaimana, memastikan dan mendampingi," kata Cornelia kepada wartawan di Kantor Komnas Anak, Jakarta Timur, Minggu (9/8/2026).

Baca juga: Komnas PA Soroti Temuan 995 Senjata di Sekolah Swasta Jaksel: Harusnya Jadi Tempat Aman Anak

Cornelia menilai penting untuk memastikan siswa tetap merasa aman saat berada di lingkungan sekolah.

Pasalnya, insiden penemuan barang-barang berbahaya tersebut berpotensi mengganggu fokus dan ketenangan belajar siswa, bahkan memengaruhi kondisi psikologis mereka.

"Tentunya diusut dan tentunya juga kita harus concern juga sama anak-anak yang di sana setelah kejadian ini mereka gimana kondisi psikisnya, apakah masih bisa belajar dengan tenang atau bagaimana," ujar Cornelia.

Cornelia juga mengecam temuan senjata api dan narkoba di lingkungan institusi pendidikan.

Menurut dia, sekolah seharusnya menjadi ruang perlindungan yang aman bagi anak ketika berada di luar rumah.

Baca juga: Komnas PA Tunjuk 5 Figur Anak Jadi Duta Anti-bullying, Ada Farel Prayoga

"Karena sekolah itu kan harusnya tempat yang aman ya. Kita kan lagi terus-menerus mensosialisasikan sekolah ramah anak. Jadi ketika ditemukan barang-barang seperti itu kan rasanya sangat tidak pantas ditemukan di sebuah tempat yang harusnya menjadi tempat yang sangat aman untuk anak-anak," tegasnya.

Komnas PA Dorong Screening Diperketat

Senada dengan Cornelia, Wakil Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Lia Latifah mendesak pihak sekolah segera menerapkan sistem penyaringan atau screening secara ketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Yang paling penting sekarang adalah membutuhkan screening. Screening terhadap guru, anak-anak, jadi bisa mengetahui tentang perilaku dan latar belakang mereka yang ada di sekolah, lalu gurunya, bagaimana caranya dia pendekatan dengan anak-anak," jelas Lia.

Lia menyayangkan ruang pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak justru diduga digunakan sebagai tempat menyimpan barang-barang haram dan berbahaya.

Baca juga: Komnas Perempuan Masih Telaah Laporan Atlet Golf Jesslyn soal Perlakuan Keluarganya

"Jangan sampai tempat yang harusnya menjadi tempat anak-anak berlindung, mendapatkan pendidikan, justru sekarang banyak disalahgunakan oleh tangan-tangan atau orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Inilah yang harusnya menjadi bagian kita semuanya agar tidak terjadi lagi di dunia pendidikan, khususnya di Indonesia," ucap Lia.

Penemuan Ratusan Senjata dan Narkoba

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan menyelidiki temuan sekitar 995 senjata yang terdiri dari airgun, air rifle, serta satu pucuk yang diduga senjata api di sebuah yayasan sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebanyak 995 senjata tersebut mulanya ditemukan pihak sekolah pada Juli 2026 dan kemudian dilaporkan kepada kepolisian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Kompak Menguat Hari Ini
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Pakistan Tegaskan Pakta Pertahanan Bersama Arab Saudi dan Turki Bersifat Defensif
• 44 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Kebakaran hutan di Kanada paksa lebih dari 20.000 orang mengungsi
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Perjalanan Karier Saepul, Tersangka Mutilasi Depok: Pernah Jadi Guru Matematika hingga Tampil di TV
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Sebut Penghasilan Danantara Naik 400 Persen, Prabowo: Perlu Diaudit
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.