Jakarta (ANTARA) - Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengevakuasi dua pekerja proyek normalisasi saluran air yang tertimpa material beton turap di Jalan D.I. Panjaitan, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur.
"Dua pekerja yang dievakuasi karena tertimpa material beton turap di kawasan Cipinang Cempedak," kata Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Parlin Nainggolan di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu.
Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari tiga jam. Petugas harus bekerja hati-hati lantaran sebagian tubuh salah satu korban berada di dalam air keruh dan tertimbun material beton.
"Cukup sulit karena bagian tubuh korban berada di dalam air. Airnya keruh dan korban juga tertimbun beton," ujar Parlin.
Parlin menjelaskan, untuk memudahkan proses evakuasi, petugas terlebih dahulu mengurangi debit air di lokasi menggunakan mesin pompa.
Setelah air berkurang, petugas dapat bekerja lebih maksimal untuk mengangkat material yang menimpa korban.
Petugas juga mengerahkan peralatan berat untuk membantu proses evakuasi material beton dan reruntuhan di sekitar lokasi.
"Kami mengerahkan 25 personel Gulkarmat Jakarta Timur dengan dukungan enam unit kendaraan diterjunkan dalam proses penyelamatan tersebut," ucap Parlin.
Berdasarkan keterangan Gulkarmat, laporan kejadian dimulai sekitar pukul 14.50 WIB. Petugas tiba di lokasi pada pukul 14.56 WIB dan proses evakuasi dinyatakan selesai sekitar pukul 17.39 WIB.
Kedua korban mengalami luka pada bagian kepala dan tungkai setelah tertimpa reruntuhan.
Selama proses evakuasi berlangsung, korban juga mendapatkan penanganan medis. Petugas memberikan infus dan oksigen sambil menunggu proses penyelamatan selesai.
Setelah berhasil dievakuasi, kedua pekerja kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Adapun proses evakuasi juga berdampak terhadap arus lalu lintas di Jalan D.I. Panjaitan. Sejumlah bagian jalan digunakan untuk kendaraan dan peralatan petugas sehingga perjalanan kendaraan dari arah Cawang menuju Jatinegara mengalami kepadatan.
Baca juga: Kebakaran rumah dekat Terminal UKI diduga akibat korsleting listrik
Baca juga: Pemkot Jaktim sosialisasi penataan ruang demi wujudkan kota tertib
"Dua pekerja yang dievakuasi karena tertimpa material beton turap di kawasan Cipinang Cempedak," kata Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Parlin Nainggolan di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu.
Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari tiga jam. Petugas harus bekerja hati-hati lantaran sebagian tubuh salah satu korban berada di dalam air keruh dan tertimbun material beton.
"Cukup sulit karena bagian tubuh korban berada di dalam air. Airnya keruh dan korban juga tertimbun beton," ujar Parlin.
Parlin menjelaskan, untuk memudahkan proses evakuasi, petugas terlebih dahulu mengurangi debit air di lokasi menggunakan mesin pompa.
Setelah air berkurang, petugas dapat bekerja lebih maksimal untuk mengangkat material yang menimpa korban.
Petugas juga mengerahkan peralatan berat untuk membantu proses evakuasi material beton dan reruntuhan di sekitar lokasi.
"Kami mengerahkan 25 personel Gulkarmat Jakarta Timur dengan dukungan enam unit kendaraan diterjunkan dalam proses penyelamatan tersebut," ucap Parlin.
Berdasarkan keterangan Gulkarmat, laporan kejadian dimulai sekitar pukul 14.50 WIB. Petugas tiba di lokasi pada pukul 14.56 WIB dan proses evakuasi dinyatakan selesai sekitar pukul 17.39 WIB.
Kedua korban mengalami luka pada bagian kepala dan tungkai setelah tertimpa reruntuhan.
Selama proses evakuasi berlangsung, korban juga mendapatkan penanganan medis. Petugas memberikan infus dan oksigen sambil menunggu proses penyelamatan selesai.
Setelah berhasil dievakuasi, kedua pekerja kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Adapun proses evakuasi juga berdampak terhadap arus lalu lintas di Jalan D.I. Panjaitan. Sejumlah bagian jalan digunakan untuk kendaraan dan peralatan petugas sehingga perjalanan kendaraan dari arah Cawang menuju Jatinegara mengalami kepadatan.
Baca juga: Kebakaran rumah dekat Terminal UKI diduga akibat korsleting listrik
Baca juga: Pemkot Jaktim sosialisasi penataan ruang demi wujudkan kota tertib





