Lebak: Pedagang musiman bendera Merah Putih mulai menjamur di sejumlah ruas jalan protokol Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Aktivitas perdagangan atribut kemerdekaan tersebut turut menjadi peluang bagi pedagang untuk mendapatkan penghasilan tambahan selama momentum perayaan HUT RI.
Salah seorang pedagang bendera, Kartono (40), mengatakan dirinya rutin berjualan di ruas Jalan Multatuli, Rangkasbitung, setiap Agustus karena pendapatan yang diperoleh cukup menjanjikan.
"Saya setiap bulan Agustus berjualan di ruas jalan protokol Multatuli Rangkasbitung, karena penghasilannya relatif lumayan," kata Kartono di Lebak, dikutip dari Antara, Minggu, 9 Agustus 2026.
Baca Juga :
Bermanfaat! Simak 15 Rekomendasi Hadiah Lomba HUT RI untuk Pegawai KantoranKartono merupakan pedagang musiman asal Cirebon, Jawa Barat, yang sudah empat kali berjualan bendera di Rangkasbitung.
Di luar musim perayaan HUT RI, Kartono berjualan di Pasar Cirebon. Setiap Agustus, ia memilih Rangkasbitung sebagai lokasi untuk mencari penghasilan tambahan.
Selama sekitar sepekan berjualan bendera di Jalan Multatuli, Kartono mengaku telah membukukan omzet sekitar Rp10 juta.
"Kami sejak sepekan terakhir berjualan di sini bisa menghasilkan total omzet Rp10 juta. Pendapatan sebesar itu relatif lumayan dan dipastikan menjelang HUT Kemerdekaan RI omzet lebih besar lagi," kata Kartono.
Kartono menjual berbagai jenis atribut kemerdekaan, mulai dari bendera berukuran kecil hingga besar. Produk yang ditawarkan antara lain umbul-umbul, bandir jumbo, bendera latar, serta berbagai pernak-pernik dekorasi khas kemerdekaan.
Harga bendera dan atribut tersebut bervariasi sesuai ukuran dan jenisnya, mulai dari Rp30 ribu hingga Rp150 ribu. Kartono mengatakan barang dagangan tersebut diperoleh dari pemasok di Kota Cirebon dengan sistem komisi.
"Semua bendera dan umbul-umbul serta lainnya itu mengambil dari bos besar di Kota Cirebon dan keuntungannya sistem komisi," katanya.
(Ilustrasi penjual pernak-pernik bernuansa merah putih. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti)
Pedagang lain raup Rp3 juta sehari
Pedagang lainnya, Harun (35), juga mengaku memperoleh pendapatan cukup baik dari penjualan bendera Merah Putih di Rangkasbitung. Menurut dia, omzet penjualan setiap hari berada pada kisaran Rp1,5 juta hingga Rp3 juta.
Harun juga mengaku memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp15 juta dari penjualan bendera di Jalan Hardiwinangun, Rangkasbitung, pada momentum HUT RI 2025.
Menurut dia, pembeli berasal dari berbagai kalangan, terutama warga kompleks perumahan, perkantoran pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), hingga perusahaan swasta.
"Kami sangat beruntung berjualan bendera di sini bahkan hari ini hingga pukul 15.30 WIB sudah bisa menjual Rp1,3 juta," kata Harun.
Keberadaan pedagang musiman juga memudahkan masyarakat memperoleh atribut untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Salah seorang warga Rangkasbitung, Sukma, mengatakan dirinya membeli bendera Merah Putih untuk dipasang di rumah.
"Kami membeli bendera merah putih Rp40 ribu untuk dipasang di rumah," kata Sukma, warga Kompleks Perumahan Royal Garden Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Kehadiran pedagang musiman tersebut menjadi salah satu aktivitas perdagangan yang meningkat menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.




