VIVA – Memulai usaha tidak selalu membutuhkan lahan yang luas atau modal dalam jumlah besar. Ada banyak jenis usaha peternakan yang dapat dijalankan dari rumah selama Anda mampu menyesuaikan skala usaha dengan kondisi lahan dan modal yang tersedia.
Salah satunya adalah ternak puyuh petelur yang cukup banyak diminati karena telurnya memiliki pasar tersendiri.
Puyuh juga termasuk jenis unggas yang relatif tidak membutuhkan tempat terlalu luas. Mulai dari pengelolaan kandang yang tepat, pemeliharaan dapat dilakukan secara bertingkat sehingga penggunaan lahan menjadi lebih efisien.
Namun, sebelum membeli bibit, Anda tetap perlu memahami dasar pemeliharaan, kebutuhan pakan, kebersihan kandang hingga pemasaran hasil ternak. Jika dikelola dengan baik, ide bisnis ternak puyuh petelur dapat menjadi salah satu pilihan usaha untuk mendapatkan pemasukan dari penjualan telur secara rutin.
Lalu, bagaimana cara memulainya bagi pemula? Berikut penjelasan lengkapnya, sebagaimana dihimpun Viva dari kanal YouTube Endog Loreng, Senin, 10 Agustus 2026.
Cara Mulai Ternak Puyuh Petelur1. Tentukan skala usaha
Langkah pertama adalah menentukan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Sebagai pemula, Anda tidak harus langsung memulai dengan jumlah yang sangat banyak. Sesuaikan jumlah ternak dengan modal, luas lahan, kemampuan merawat dan target pasar.
Memulai dari skala kecil juga dapat menjadi kesempatan bagi Anda untuk mempelajari karakter puyuh, kebutuhan pakan, pengelolaan kandang dan pola produksinya sebelum mengembangkan usaha.
2. Siapkan lokasi dan kandang
Lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam usaha ternak puyuh. Pilih tempat yang memiliki sirkulasi udara cukup baik, tidak mudah tergenang air dan mudah dibersihkan.
Kandang juga perlu mendapatkan perhatian. Puyuh membutuhkan tempat yang nyaman dengan kepadatan yang tidak berlebihan.
Salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah kandang baterai bertingkat. Model tersebut dapat membantu menghemat penggunaan lahan sekaligus mempermudah pengelolaan ternak.
Pastikan kandang terlindung dari hujan langsung, panas berlebihan dan gangguan hewan lain. Kebersihan kandang juga harus menjadi perhatian sejak awal karena kotoran yang menumpuk dapat menimbulkan bau dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.





