ASEAN Food Festival 2026: Ketika ASEAN Bertemu di Meja Makan, Hadirkan Cita Rasa Persahabatan

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mencicipi kue barongko khas Makassar dalam ASEAN Day Food Festival 2026 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu (8/8/2026). (Sumber: Kementerian Luar Negeri RI)

JAKARTA, KOMPAS.TV — Aroma rempah dan aneka hidangan khas Asia Tenggara memenuhi Heritage Building, ASEAN Secretariat, Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Di tengah suasana perayaan Hari Jadi ke-59 ASEAN, makanan dari berbagai penjuru kawasan dan berbagai negara mitra wicara, seolah mengambil peran sebagai bahasa universal yang tidak membutuhkan penerjemah.

Melalui ASEAN Food Festival (AFF) 2026, cita rasa dari negara-negara Asia Tenggara dipertemukan dalam satu ruang. Bukan sekadar festival kuliner, kegiatan ini menjadi sebuah perayaan keberagaman budaya sekaligus ruang perjumpaan bagi komunitas diplomatik dan keluarga besar ASEAN.

Diselenggarakan oleh ASEAN Women’s Circle (AWC) Jakarta bersama rangkaian perayaan ASEAN Day, festival ini menghadirkan beragam hidangan tradisional yang merepresentasikan kekayaan kuliner kawasan.

Jika ASEAN selama ini dikenal melalui pertemuan diplomatik, kerja sama regional, dan berbagai forum resmi, ASEAN Food Festival memperlihatkan wajah yang lebih dekat: ASEAN yang hadir melalui makanan, tradisi keluarga, dan cerita yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pad Thai dari Thailand, nasi lemak dari Malaysia, laksa dari Singapura, matcha dari Jepang, chicken tikka dari India, salmon frittata dari Selandia Baru, ANZAC biskuit dari Australia, hingga tumpeng, jalangkote, dan coto Makassar dari Indonesia. Setiap hidangan membawa identitas daerah dan sejarah masyarakat yang membuatnya. Dari menu makanan sederhana, ternyata dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal sebuah negara dan budaya lebih jauh.

Konsep inilah yang membuat ASEAN Food Festival lebih dari sekadar acara mencicipi makanan. Festival menjadi kesempatan bagi para tamu untuk berinteraksi, berbagi cerita mengenai tradisi kuliner, sekaligus mengenal budaya negara-negara tetangga.

Baca Juga: ASEAN Peringati Hari Jadi ke-59, Tegaskan Kembali Persatuan dan Tujuan Bersama

Menurut Presiden AWC Sinta Heru Subolo, AFF diselenggarakan sebagai sarana untuk memperkenalkan keunikan gastronomi dari masing-masing negara ASEAN dan negara mitra wicara ASEAN, serta menjadi ajang untuk menjalin jejaring bagi kalangan diplomatik maupun masyarakat.

Setiap tahun, menu makanan yang disajikan berganti-ganti, namun selalu Istimewa dan membawa kesan tersendiri.

“AFF kali ini selain diikuti oleh seluruh negara mitra wicara ASEAN, juga diikuti oleh negara angota ASEAN termasuk Timor Leste yang baru bergabung tahun lalu. Selain itu juga melibatkan mitra lainnya, termasuk Dekranasda Kota Makassar yang berkolaborasi dengan AWC,” kata Sinta kepada KompasTV di Sekretariat ASEAN, Jakarta.

Tahun ini Dekranasda Kota Makassar diundang untuk ikut berkontribusi memperkenalkan kuliner khas Makassar kepada komunitas ASEAN. Berbagai makanan khas Makassar dari barongko, jalangkote, panada, kue palita, kue sanggara belanda, kue talam ebi, hingga coto makassar tersedia untuk dicicipi. 

Pengunjung pun terlihat antusias mencoba makanan khas Makassar, yang terlihat dari hampir semua makanan yang disajikan habis sebelum acara ditutup.

"Saya berharap bisa memperkenalkan kekayaan budaya Makassar kepada dunia. Festival ini memberikan kesempatan yang tidak ternilai bagi kami untuk berbagi cita rasa otentik kami dengan komunitas internasional,” ujar Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa yang juga hadir dalam acara ini.

"Harapan saya, acara ini dapat menjadi pintu gerbang bagi kuliner Makassar untuk dikenal secara global. Saya ingin para pelaku usaha lokal kami melihat bahwa produk mereka berkelas dunia dan siap bersaing di kancah internasional. Saya juga berharap acara ini dapat membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap kuliner dan budaya kita di luar negeri," tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Indonesia & Thailand Pimpin ASEAN Hadapi Masalah Global & Kejahatan Transnasional

AFF memang menjadi sarana untuk memperkenalkan makanan khas masing-masing negara ASEAN dan negara mitra wicara. Dan bagi Indonesia, kesempatan ini bisa digunakan untuk memperkenalkan berbagai kuliner dari daerah yang berbeda-beda, dan menunjukkan kekayaan budaya Indonesia.

“⁠AFF diharapkan tidak hanya sebagai platform bagi ASEAN dalam mempromosikan gastronomy sebagai alat diplomasi namun juga sebagai sarana untuk meningkatkan awareness public terhadap kiprah ASEAN secara keseluruhan,” kata Sinta.

AFF menunjukkan bahwa persahabatan antarnegara tidak harus selalu dibangun di meja perundingan. Ia juga dapat tumbuh di meja makan, dari sepiring makanan yang disajikan, resep yang diceritakan, hingga percakapan yang terjalin di antara mereka yang berbeda bangsa dan budaya.

Di tengah keberagaman Asia Tenggara, makanan menjadi pengingat bahwa perbedaan bukanlah batas, melainkan kekayaan yang dapat dinikmati bersama. Dan tahun ini, AFF kembali memperlihatkan, bahwa ketika ASEAN duduk bersama di meja makan, yang tersaji bukan hanya makanan. Namun juga persahabatan, pemahaman, dan semangat untuk terus berjalan bersama.

 

Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • asean food festival 2026
  • festival makanan asean
  • hari jadi asean
  • 59 tahun asean
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cair! Rp4,1 Triliun BOS Madrasah Tahap II Digelontorkan, Ini Jadwalnya
• 20 jam laludisway.id
thumb
AC Milan Siap Lepas 2 Pemain, Amorim Sudah Beri Sinyal Jelas Usai Hadapi Chelsea di Jakarta
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapolri apresiasi antusiasme peserta E-Sports Kapolri Cup 2026
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
KRL Bogor-Jakarta Kota Gangguan, Hanya Satu Jalur Digunakan di Bojong Gede
• 14 jam laluokezone.com
thumb
GIIAS 2026 Jadi Panggung Debut 37 Kendaraan dan 10 Merek Baru
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.