BofA Sebut Valuasi Nvidia Capai Titik Terendah dalam 10 Tahun Meski Booming AI

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Para analis menyoroti valuasi saham, yang diperdagangkan pada level 16 kali lipat dari proyeksi laba per saham tahun 2027 (forward P/E) terendah dalam 10 tahun.

BofA Sebut Valuasi Nvidia Capai Titik Terendah dalam 10 Tahun Meski Booming AI. (Foto: AP Photo)

IDXChannel - Nvidia bersiap memulai siklus peningkatan kinerja yang berlangsung selama beberapa kuartal ke depan seiring dimulainya pengiriman chip generasi berikutnya, Vera Rubin. Meski begitu, BofA Global Research justru memperkirakan valuasi Nvidia berada pada titik terendah 10 tahun.

Dalam catatan kepada kliennya, BofA memosisikan raksasa kecerdasan buatan (AI) tersebut mampu melampaui target kuartal kedua dengan margin yang signifikan.

Baca Juga:
Jaket Kulit Hitam CEO Nvidia Jensen Huang Dilelang, Laku Rp17,22 Miliar

BofA memperkirakan Nvidia akan melaporkan pendapatan kuartal kedua fiskal sebesar USD94 miliar hingga USD95 miliar—melampaui panduan awal sebesar USD91 miliar—serta memproyeksikan penjualan kuartal ketiga sebesar USD107 miliar hingga USD108 miliar, jauh di atas ekspektasi konsensus yang berada di kisaran USD104 miliar.

Nvidia dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan perdagangan pada hari Rabu, 26 Agustus 2026.

Baca Juga:
Saham Nvidia Anjlok 4 persen , Apple Rebut Posisi Perusahaan Publik Paling Bernilai

BofA mempertahankan peringkat "Beli" dan target harga USD350 untuk Nvidia, serta menjadikannya pilihan utama di sektor ini.

Meski begitu, para analis menyoroti valuasi saham, yang diperdagangkan pada level 16 kali lipat dari proyeksi laba per saham tahun 2027—rasio harga terhadap laba masa depan (forward P/E) terendah dalam sepuluh tahun terakhir.

Baca Juga:
Salip Nvidia, Apple Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Meredakan Kekhawatiran Wall Street terkait Margin dan Pembiayaan

Wall Street semakin berhati-hati terhadap dua titik tekanan utama, yaitu kenaikan inflasi komponen yang menggerus margin perangkat keras, serta skema pembiayaan vendor yang bersifat sirkular, di mana perancang chip mendanai pelanggan mereka sendiri.

Analisis BofA menepis kekhawatiran pada kedua aspek tersebut, dengan argumen bahwa dampak kenaikan biaya memori pada sistem Vera Rubin mendatang hanya terbatas pada kisaran 60 basis poin.

Selain itu, komitmen ekuitas mitra langsung Nvidia hanya mencakup 15 persen dari proyeksi arus kas bebas sebesar USD470 miliar dalam dua tahun ke depan, sehingga meredakan kekhawatiran mengenai risiko neraca keuangan.

Di sisi lain, kenaikan harga Dynamic Random-Access Memory (DRAM) telah menjadi topik pembicaraan utama di seluruh rantai pasok semikonduktor, mengingat komponen memori kini mencakup 40-50 persen dari total biaya produksi, dibandingkan dengan kisaran historis sebesar 15-20 persen.

Namun, BofA berpendapat bahwa Nvidia memiliki perlindungan unik berkat kemampuan penentuan harga yang dinamis, hubungan pengadaan istimewa dengan pemasok seperti SK Hynix, serta tingginya harga jual arsitektur sistem rack-scale miliknya.

Menanggapi kekhawatiran investor mengenai investasi ventura Nvidia, BofA menghitung bahwa Nvidia telah berkomitmen mengucurkan dana ekuitas langsung sekitar USD70 miliar kepada mitra ekosistem—termasuk USD30 miliar untuk OpenAI dan hingga USD10 miliar untuk Anthropic.

Dengan perkiraan perolehan arus kas bebas sebesar USD469 miliar selama tahun kalender 2026 dan 2027, perusahaan memiliki ruang yang cukup leluasa untuk memenuhi janjinya mengembalikan 50 persen dari arus kas bebas tersebut kepada para pemegang saham.

BofA menambahkan bahwa jaminan senilai USD250 miliar—yang dilaporkan secara terpisah—untuk penyewaan fasilitas kampus 10-gigawatt milik SoftBank Energy di Ohio oleh OpenAI merupakan jaminan bersyarat yang berlaku di akhir periode (back-ended), bukan pengeluaran modal di muka; struktur ini serupa dengan kesepakatan pembiayaan proyek standar.

Di tengah harga sewa GPU spot yang berada di dekat rekor tertinggi, mencapai USD5,66 per jam untuk cip B200, BofA memperkirakan Nvidia akan mempertahankan pangsa pasar dominan sebesar 65-70 persen di pasar akselerator AI secara luas hingga 2030, serta memproyeksikan potensi laba per saham (EPS) tahunan perusahaan akan melampaui USD25 pada tahun kalender 2030. (Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dishub DKI Punya Call Center, Bisa Derek Kendaraan-Kawal Mobil Jenazah Gratis
• 20 jam laludetik.com
thumb
Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek, Wakaf Produktif Jadi Mesin Baru Ekonomi Umat
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jukir Liar yang Ajak Duel-Paksa Pemotor Bayar di Tambora Positif Narkoba
• 13 jam laludetik.com
thumb
Segini Kekayaan Staf KPK yang Jadi Tersangka Korupsi Pemalang, Punya Motor hingga Mobil
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Operasi Darat dan Udara Dikerahkan Padamkan Kebakaran di Taman Nasional Bromo
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.