REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH — Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat menyalurkan dana swakelola kepada kelompok tani untuk mempercepat pemulihan sekitar 1.308 hektare lahan sawah yang rusak akibat banjir bandang pada 26 November 2025. Pemerintah daerah menargetkan lahan tersebut kembali produktif sebelum musim tanam rendeng.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat, Hendra Marsigi, mengatakan penyaluran dana kepada kelompok tani merupakan bagian dari program optimalisasi lahan terdampak bencana.
Baca Juga
Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Berdoa untuk Keselamatan Bangsa di Tengah Krisis Global
Pemprov Banten Gandeng MPI Jadi Mitra Strategis Kawal Aspirasi Masyarakat
25 Ribu Penari Pentaskan Tari Dug Dug Der Semarangan di Simpang Lima
“Penyaluran dana swakelola kepada kelompok tani ini sebagai upaya mempercepat pelaksanaan program optimalisasi lahan terdampak bencana alam agar kembali produktif,” kata Hendra kepada wartawan, Ahad.
Menurut Hendra, kerusakan lahan pertanian akibat banjir tidak hanya berdampak terhadap areal tanam. Infrastruktur pendukung pertanian, terutama jaringan pengairan dan drainase persawahan, juga membutuhkan penanganan agar petani dapat kembali mengolah lahan secara normal.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Karena itu, pekerjaan pemulihan difokuskan pada sarana yang berkaitan langsung dengan aktivitas produksi. Pekerjaan fisik di lapangan akan dilaksanakan kelompok tani melalui mekanisme swakelola tipe IV.
“Pekerjaannya macam-macam, mulai dari pipanisasi, normalisasi saluran, hingga peningkatan saluran drainase atau saluran air persawahan,” ujar Hendra.
Melalui mekanisme tersebut, kelompok tani ditempatkan sebagai pelaksana pekerjaan di lapangan. Dana dari pemerintah disalurkan langsung ke rekening kelompok tani sehingga pengerjaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah pertanian.
Keterlibatan petani secara langsung juga diharapkan mempercepat proses rehabilitasi. Petani dinilai lebih mengetahui kondisi lahan, titik saluran yang mengalami kerusakan, hingga kebutuhan teknis untuk mengembalikan fungsi jaringan pengairan di wilayah mereka.
Program optimalisasi lahan tersebut menyasar 96 kelompok tani yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Aceh Barat. Sejumlah wilayah yang masuk dalam program antara lain Kecamatan Kaway XVI, Pante Ceureumen, Arongan Lambalek, Bubon, Woyla, Woyla Barat, dan Woyla Timur.