JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 memang masih beberapa tahun lagi. Namun, sejumlah partai politik (Parpol) nonparlemen mulai memanaskan mesin politiknya.
Konsolidasi mulai dilakukan dari tingkat pusat hingga daerah. Kader juga mulai diarahkan untuk memperkuat struktur partai, dan membangun kembali kepercayaan masyarakat.
Langkah itu dilakukan setelah sejumlah partai gagal menempatkan wakilnya di DPR RI pada Pemilu 2024.
Kini, partai-partai tersebut mulai melihat Pemilu 2029 sebagai kesempatan untuk bangkit.
Baca juga: Hanura Tak Mau Kader Terjebak Kegagalan Pemilu 2024: Jangan Lihat ke Belakang
Mereka menempuh cara yang berbeda. Hanura, misalnya, meminta kader meninggalkan kegagalan Pemilu 2024.
PSI memperluas konsolidasi melalui safari politik. Perindo memperkuat organisasi dan meminta kader lebih dekat dengan masyarakat.
Sementara itu, Partai Bulan Bintang (PBB) menjadikan konsolidasi sebagai fondasi menghadapi Pemilu 2029. Partai Buruh melengkapi kepengurusan pusat untuk periode 2026-2031.
Jangan Terus Melihat ke BelakangPartai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menjadi salah satu partai yang mulai mengingatkan kader agar tidak terjebak pada kegagalan Pemilu 2024.
Ketua Tim Task Force DPP Hanura Rio Capella meminta seluruh kader mengalihkan perhatian ke persiapan Pemilu 2029.
"Kalau kemarin kita gagal, tidak usah kita melihat ke belakang. Kalau kita melihat ke belakang maka kita selalu mencari kesalahan orang. Hanura harus melihat forward, ke depan!" tegas Rio dalam pertemuan dengan jajaran pengurus Hanura se-Provinsi Banten di Karawaci, Tangerang, Sabtu (8/8/2026).
Baca juga: Hanura: Menang di Pemilu 2029 Bukan karena Sering Rapat dan Banyak Uang
Menurut Rio, kegagalan pada Pemilu 2024 tetap harus menjadi bahan evaluasi. Namun, evaluasi tersebut tidak boleh membuat partai terus berkutat dengan persoalan masa lalu.
Hanura, kata dia, harus mulai memikirkan langkah konkret untuk menghadapi Pemilu 2029.
"Dan melihat ke depan, kita melihat apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi Pemilu 2029 yang akan datang. Itulah sebuah ciri organisasi yang sehat," ucap Rio kepada kader Hanura Banten.
Rio juga mengingatkan bahwa kebangkitan Hanura tidak cukup hanya mengandalkan rapat atau kekuatan materi.
"Kemenangan partai ini di 2029 bukan karena sering rapat. Kemenangan partai ini 2029 bukan hanya faktor materi saja. Tapi partai ini bisa kembali bangkit di sini kalau partai ini kerja, kalau partai ini ada kader yang betul-betul sungguh-sungguh niat tulus ikhlas untuk membesarkan partai ini," jelas Rio.
Baca juga: Task Force Hanura Mulai Bergerak dari Banten, Bidik Penguatan Struktur Jelang Pemilu 2029
Dia menyebutkan, ada tiga hal yang menentukan kebangkitan Hanura. Ketiganya adalah kerja nyata partai, kader yang sungguh-sungguh membesarkan partai, dan kepercayaan masyarakat.
"Jadi teman-teman semuanya, Pak Agus (Ketua DPD Hanura Banten) dan kawan-kawan, kami camkan betul bahwa kerja ini bukan kerja sendiri-sendiri. Membesarkan Partai Hanura ini perlu kerja sama yang sungguh-sungguh di antara kita," tegas Rio.
Hanura juga menyatakan tidak gentar menghadapi perubahan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen pada Pemilu 2029.
Rio menegaskan partainya tidak ingin menggantungkan masa depan Hanura pada besaran ambang batas parlemen.
"Sekali lagi bahwa Hanura bekerja tidak mengharapkan bahwa hanya tergantung pada parliamentary threshold. Berapapun parliamentary threshold Hanura menyatakan siap untuk menghadapi pemilu itu. Tidak ada keraguan sedikitpun pada kami," pungkas Rio.
PSI Bidik KemenanganBerbeda dengan Hanura, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai membangun optimisme melalui konsolidasi langsung ke sejumlah daerah.
PSI mengajak Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan safari politik sejak Juli 2026.
Lampung menjadi salah satu daerah yang pertama dikunjungi. Safari tersebut kemudian berlanjut ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang di Hotel Harper, Kota Kupang, NTT, Sabtu (1/8/2026), Jokowi menyampaikan target partainya untuk Pemilu 2029.




