HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pebalap Indonesia, Veda Ega Pratama, dapat durian runtuh. Dia berhasil memanfaatkan insiden crash pesaing terdekatnya untuk memangkas jarak di klasemen rookie Moto3 2026.
Balapan di Sirkuit Silverstone, Inggris, Minggu (9/8/2026) beberapa pebalap terjatuh. Dua di antaranya Brian Uriarte dan Hakim Danish.
Veda yang memulai balapan dari posisi ke-15 sempat kesulitan menembus 10 besar pada awal perlombaan. Ia berkutat di posisi 11 dan 12 hingga lima putaran pertama.
Namun, absennya pemuncak klasemen Maximo Quiles karena cedera akibat crash saat kualifikasi memberi peluang bagi Veda untuk merangsek ke depan.
Absennya Quiles dimanfaatkan oleh beberapa pembalap seperti Brian Uriarte, David Almansa, dan Alvaro Carpe untuk berburu podium.
Namun, Veda mendapat keuntungan lebih besar setelah beberapa rival rookies mengalami kecelakaan.
Scott Ogden, pemegang pole position sekaligus pebalap tuan rumah, terjatuh di tengah balapan. Veda pun sempat memimpin rombongan kedua memasuki pertengahan balapan, sebuah posisi yang cukup strategis.
Kemudian, dua rival rookie Veda, Hakim Danish dan Brian Uriarte, mengalami nasib sial. Danish terjatuh pada pertengahan putaran, sementara Uriarte yang sedang dalam persaingan ketat untuk podium terjatuh saat putaran terakhir.
“Situasi ini membuat saya bisa naik ke posisi sembilan hingga balapan selesai,” kata Veda Ega Pratama usai balapan.
Poin Berharga dan Posisi KlasemenDengan finis di posisi kesembilan, Veda berhak mendapatkan tambahan tujuh poin pada Moto3 Inggris 2026. Meski demikian, ia masih berada di peringkat kelima klasemen umum.
Di klasemen rookie, Veda berhasil memangkas jarak, meski masih tertinggal 30 poin dari Brian Uriarte yang memimpin perburuan Rookie of The Year.
Uriarte saat ini meraih 127 poin, sedangkan Veda 97 poin. Sementara pebalap Malaysia Hakim Danish 86 poin.
Meski demikian, performa Veda yang sempat mengejutkan dengan menjadi tercepat ketiga saat sesi Practice hari pertama di Silverstone menunjukkan potensi besar pembalap asal Gunungkidul itu.
Veda yang langsung lolos ke Q2 sayangnya tidak mendapatkan posisi terbaik untuk starting grid, sehingga harus memulai dari posisi ke-15. Namun, ia mampu menunjukkan kemampuan bertarung yang solid sepanjang balapan.
Lebih lanjut, Veda menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi pembelajaran penting untuk balapan berikutnya dan memotivasi dirinya untuk terus meningkatkan performa.





