JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menerima Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon A Mantiri di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat pada Minggu (9/8/2026).
Berdasarkan keterangan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam pertemuan itu Prabowo memerintahkan agar anak-cucu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya PT Pertamina dan PT PLN, dipangkas.
"Dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya," kata Teddy lewat akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Minggu.
Pemangkasan anak dan cucu perusahaan tersebut dimaksudkan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, serta efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga.
Baca Juga: Prabowo Kaget BUMN di Indonesia Capai 1.077, Target Sisakan 350 Perusahaan Akhir 2026
Dalam pertemuan itu, kata Teddy, Dirut Pertamina turut melaporkan kemajuan dari program mandatori biodiesel 50 persen (B50) terutama sejak diluncurkan pada Juli 2026.
"Dirut Pertamina melaporkan kemajuan dari Program Mandatori B50 (Biodiesel 50%) yang telah diluncurkan Presiden Prabowo bulan Juli lalu," jelasnya.
Simon, lanjutnya, juga melaporkan kepada Presiden terkait kesiapan infrastruktur dalam tahapan persiapan mandatori bioetanol oleh pemerintah.
Sebagaimana dilihat dari foto yang dibagikan akun Instagram Sekretariat Kabinet, rapat tersebut juga tampak diikuti sejumlah menteri, seperti Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi 250 Tahun Ini: Kita Akan Bikin Lebih Efisien
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- presiden prabowo subianto
- dirut pertamina
- bumn
- anak cucu bumn dipangkas
- pln
- Prabowo





