Tepi Barat: Militer Israel memaksa sebuah keluarga Palestina keluar dari rumah mereka dan mengubahnya menjadi pos militer.
Pada Minggu 9 Agustus 2026 pihak pendudukan Israel melancarkan serangan terhadap warga Palestina dan lahan pertanian di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.
“Pasukan Israel menggerebek rumah di Arraba, sebelah selatan Jenin, memerintahkan keluarga tersebut untuk keluar, dan memberi tahu pemiliknya bahwa pasukan akan tetap berada di sana hingga Minggu malam,” menurut keterangan sumber lokal kepada Anadolu.
Militer juga menutup persimpangan Arraba dan jalan yang mengarah ke barat menuju Yabad, sehingga mengganggu lalu lintas di jalur utama yang menghubungkan wilayah tersebut dengan kota-kota di sekitarnya.
Di lokasi lain di wilayah kegubernuran Jenin, pihak pendudukan Israel menebang puluhan pohon buah-buahan di lahan milik warga Palestina di Khirbet Farasin, termasuk beberapa pohon yang berusia sekitar 10 tahun.
Sumber lokal menyebutkan bahwa wilayah tersebut telah berulang kali mengalami serangan, dengan ratusan pohon ditebang selama musim pertanian sebelumnya.
Di dekat Ramallah, pihak pendudukan Israel menyerang para petani di bagian timur desa Al-Mughayyir, menurut kantor berita resmi Palestina, Wafa. Warga setempat menghadapi para penyerang, namun tidak ada laporan mengenai korban luka.
Pasukan Israel kemudian memasuki desa tersebut, menahan dua warga Palestina -,Alaa dan Hani Abu Aliya,- serta menembakkan gas air mata, lapor Wafa.
Dalam insiden terpisah di sebelah timur Ramallah, kelompok hak asasi Al-Baidar menyatakan bahwa pihak pendudukan Israel menyerang komunitas Arab al-Kaabneh dan menganiaya beberapa aktivis yang berada di lokasi untuk mendukung warga setempat.
Pihak pendudukan Israel telah melancarkan sekitar 12.500 serangan di seluruh Tepi Barat yang diduduki sejak dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023; serangan-serangan ini menewaskan 82 warga Palestina, memicu 890 kebakaran, dan mendirikan 200 pos permukiman ilegal, menurut Komisi Palestina untuk Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok Pemisah.
Selama periode yang sama, serangan oleh militer dan pihak pendudukan Israel di Tepi Barat telah menewaskan lebih dari 1.182 warga Palestina, melukai sekitar 13.000 orang, dan menyebabkan penangkapan terhadap 24.600 orang lainnya, menurut data resmi Palestina.




