HARIAN.FAJAR.CO.ID, BONE — Ancaman El Nino tidak membuat pemerintah khawatir terhadap ketersediaan beras nasional.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyebut stok dan produksi yang tersedia saat ini membuat kebutuhan beras nasional relatif aman hingga sekitar 10 bulan ke depan.
Amran mengatakan stok beras yang tersedia saat ini mencapai 5,2 juta ton.
Jumlah itu disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah.
“Yang terpenting adalah stok yang ada sekarang itu 5,2 juta ton dan itu tertinggi sepanjang sejarah,” kata Amran dalam acara jalan santai menyambut HUT RI di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu, 9 Agustus 2026.
Cadangan tersebut masih ditambah dengan produksi padi yang berada di lahan atau standing crop.
Amran memperkirakan standing crop saat ini mencapai sekitar 10 juta ton dan masih akan dipanen.
Persediaan beras di rumah tangga serta sektor hotel, restoran dan kafe (Horeka) juga diperkirakan mencapai 10 hingga 12 juta ton.
Jika seluruhnya diperhitungkan, total ketersediaan beras disebut mencapai sekitar 25 hingga 27 juta ton. Amran mengambil angka tengah sekitar 26 juta ton.
Sementara kebutuhan beras nasional diperkirakan sekitar 2,6 juta ton per bulan.
“Artinya totalnya 25, 27, katakanlah 26 juta ton beras. Dan yang kita pakai adalah 2,6 juta per bulan,” ujarnya.
Dengan hitungan tersebut, Amran menyebut persediaan beras dapat memenuhi kebutuhan hingga sekitar 10 bulan.
Hitungan itu juga belum memperhitungkan panen puncak yang diperkirakan kembali terjadi pada Maret mendatang.
“Kalau 26 juta berarti cukup untuk 10 bulan. Nah, bulan 3 (Maret) panen puncak lagi. Artinya jauh, sangat aman,” katanya.
Meski begitu, pemerintah tetap menyiapkan langkah menghadapi ancaman El Nino, terutama terhadap produksi pertanian. Pompanisasi, perbaikan irigasi, penyediaan benih unggul dan optimalisasi lahan rawa menjadi bagian dari strategi pemerintah.
Dalam dua tahun terakhir, pemerintah telah mengirim sekitar 150 ribu unit pompa ke berbagai daerah yang mengalami kekeringan.
“Pompa kita seluruh daerah kekeringan kita kirim pompa,” ujar Amran.
Di Sulsel, Pemprov juga melakukan operasi pompanisasi dan menyiapkan sumur bor untuk lahan pertanian terdampak kekeringan. Sementara Pemkab Bone menyiapkan 700 pompa serta 385 titik sumur bor untuk mengantisipasi dampak kemarau terhadap lahan pertanian.
Amran menegaskan berbagai persiapan tersebut dilakukan agar ancaman El Nino tidak sampai mengganggu ketahanan pangan nasional.
“Alhamdulillah kita lewat dengan baik,” pungkasnya. (an)





