Jakarta: Sebanyak 138 mahasiswa dari 37 perguruan tinggi di DKI Jakarta dan Sumatra Barat bersiap menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Sumatra Barat 2026. Melalui program bertajuk Bangkik Basamo Mambangun Nagari, mereka akan terjun ke sejumlah wilayah di Sumatra Barat untuk belajar sekaligus mengabdikan ilmu kepada masyarakat.
Pelepasan peserta dilakukan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III bersama LLDikti Wilayah X dan Budi Luhur University di Jakarta. Program tersebut menjadi ruang kolaborasi mahasiswa lintas perguruan tinggi dengan pendekatan multidisiplin dalam menjawab kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
Baca Juga :
Sinergi Jadi Fondasi Penting Bangun Pendidikan Kedokteran“Ini bukan sekadar momen pelepasan, tetapi momen yang membanggakan. Saatnya mahasiswa membuktikan apakah teori yang diperoleh di ruang kelas dapat diimplementasikan dengan baik di tengah masyarakat,” kata Agus dalam keterangan pers, Minggu, 9 Agustus 2026.
Agus menjelaskan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan program kerja, tetapi juga membangun pengalaman dan hubungan sosial selama berada di tengah masyarakat.
Rektor Budi Luhur University, Agus Setyo Budi, saat pelepasan 138 mahasiswa untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Sumatra Barat 2026. Dokumentasi/ istimewa.
“Kerja sama ini menunjukkan bahwa persoalan bangsa dapat diselesaikan bersama melalui kolaborasi. Berangkatlah dengan semangat, bekerjalah dengan hati yang tulus, pulanglah membawa pengalaman dan persaudaraan, serta tinggalkan sesuatu yang bermanfaat dan dikenang oleh masyarakat,” jelasnya. Belajar dari Masyarakat
Kepala LLDikti Wilayah III, Henri Tambunan, mengingatkan mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi lingkungan baru selama menjalani pengabdian. Selain menjaga kesehatan dan keselamatan, mahasiswa diharapkan dapat menghormati kebiasaan serta aturan yang berlaku di tengah masyarakat.
“Nikmati setiap proses selama berada di lokasi KKN. Tetap jaga kesehatan, jangan lupa makan meskipun sedang tidak berselera. Berbaurlah dengan masyarakat, hormati adat dan aturan yang berlaku, serta selalu utamakan keselamatan,” ungkapnya.
Baca Juga :
Unsia Perkuat Komitmen Pemerataan Pendidikan dan Transformasi AI“Apabila program berjalan dengan baik dan mahasiswa kembali dengan membawa keberhasilan, pengalaman tersebut akan menjadi kesan yang sangat mendalam sepanjang kehidupan mereka,” katanya.
Sementara Koordinator Umum Focal Point KKN Tematik, Arief Wibowo, mengapresiasi keterlibatan 37 perguruan tinggi dalam program tersebut. Kolaborasi lintas kampus dinilai dapat memperluas perspektif mahasiswa sekaligus memperkaya pendekatan dalam menjalankan program pengabdian.
Sebagai penanda dimulainya kegiatan, dilakukan penyematan rompi KKN Tematik kepada empat mahasiswa yang mewakili empat bidang program. Penyematan dilakukan oleh Kepala LLDikti Wilayah III, Rektor Budi Luhur University, dan Ketua Focal Point KKN Tematik.
Melalui tema Bangkik Basamo Mambangun Nagari, mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kompetensi akademiknya untuk memahami dan merespons kebutuhan masyarakat. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama, dan kepedulian sosial.
Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa akan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Pendampingan tersebut ditujukan agar program kerja dapat berjalan secara terarah sekaligus memberi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
KKN Tematik Sumatra Barat 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antarp perguruan tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Dengan mempertemukan mahasiswa dari berbagai kampus dan latar belakang keilmuan, program ini diharapkan dapat menjadi ruang bertukar pengalaman sekaligus membangun kepedulian terhadap persoalan di masyarakat.
Sebanyak 37 perguruan tinggi dari wilayah LLDikti Wilayah III dan LLDikti Wilayah X berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi lintas wilayah ini menjadi bagian dari semangat Bangkik Basamo Mambangun Nagari, sekaligus memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat di Sumatra Barat.




