RUU Iran Larang Kapal AS-Israel Lintasi Selat Hormuz

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Teheran, VIVA – Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang akan melarang kapal Amerika Serikat (AS) dan Israel berlayar melalui jalur perairan strategis tersebut, demikian dilaporkan lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, Minggu 9 Agustus 2026.

RUU yang dilaporkan bertujuan menjamin keamanan dan pembangunan berkelanjutan di Selat Hormuz, akan melarang akses ke selat tersebut bagi negara-negara yang bermusuhan dengan Iran.

Baca Juga :
Rupiah Menguat ke Rp 17.810 Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah
Netanyahu Tolak 15 Poin Rencana Perdamaian Gaza Usulan Board of Peace: IDF Tak Akan Mundur Sebelum Hamas Dilucuti

Kapal asing juga akan dilarang mengangkut segala jenis muatan yang terkait dengan Israel, baik militer maupun sipil, atau menghadapi denda hingga 20 persen dari nilai muatan tersebut.

Berdasarkan RUU tersebut, tanggung jawab untuk mengatur pelayaran, memantau lalu lintas kapal, dan menjamin keamanan di Selat Hormuz serta Teluk Persia akan diberikan kepada pemerintah Iran, yang akan bertindak bekerja sama dengan angkatan bersenjata Iran.

Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu mengatakan bahwa dirinya telah membatalkan serangan besar terhadap Iran, dengan mengeklaim bahwa kesepakatan damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri ambisi nuklir Iran akan segera tercapai.

Kementerian Luar Negeri Iran, Rabu, mengatakan bahwa Iran dan Oman telah menyepakati rincian geografis rute bagi kapal-kapal untuk melintas melalui Selat Hormuz. (Ant)

Baca Juga :
Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Jika AS Tak Penuhi Sejumlah Syarat Ini
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin dari Kapal Berbendera Tanzania di Kepri
Dewan Keamanan Iran: Selat Hormuz Tak Akan Dibuka, Kecuali AS Berhenti Mengancam

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kabar Baik untuk Pasien Gagal Jantung, Indonesia Sukses Implan Pompa Jantung Terkecil di Asia
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Awal Pekan Harga Emas Antam Stagnan, Beli 10 Gram Rp 26,39 Juta
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kembangkan Industri Gim Nasional, Kemenekraf Akan Libatkan Pemda
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Badai dan Habagat Menerjang Filipina, Delapan Orang Tewas dan 486 Ribu Warga Terdampak
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Luas Panen Padi Indonesia Hingga September 2026 Capai 9,46 Juta Hektare
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.