Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia mulai mengalihkan perhatian ke FIFA ASEAN Cup 2026 setelah gagal melaju dari fase grup Piala AFF. Skuad Garuda kini punya peluang bangkit dengan kekuatan terbaik.
Perjalanan Indonesia di Piala AFF 2026 berakhir lebih cepat dari harapan. Tim asuhan John Herdman gagal mengamankan tiket semifinal setelah finis di posisi ketiga fase grup.
Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Skuad Garuda. Terlebih, Indonesia datang dengan ambisi besar untuk mengejar gelar perdana di turnamen Asia Tenggara tersebut.
Kegagalan itu juga tidak lepas dari keterbatasan komposisi pemain. Sejumlah pemain abroad yang berkarier di Eropa tidak dapat memperkuat Indonesia pada Piala AFF 2026.
Nama-nama seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Emil Audero, Ole Romeny, dan Justin Hubner tidak masuk dalam skuad Indonesia. Kondisi tersebut membuat Herdman harus mengandalkan pemain yang tersedia.
Kini, situasinya berpotensi berubah ketika Indonesia memasuki FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada periode FIFA Matchday sehingga peluang memanggil pemain abroad terbuka lebih besar.
Jay Idzes dan kolega pun berpeluang kembali memperkuat Skuad Garuda. Kehadiran mereka tentu dapat menambah kualitas serta pengalaman yang dibutuhkan Indonesia.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 21 September hingga 3 Oktober 2026. Indonesia mendapat kepercayaan menjadi salah satu tuan rumah dan akan tampil di Premier Division.
Skuad Garuda tergabung di Grup A bersama India, Malaysia, dan Singapura. Persaingan tersebut menjadi tantangan penting bagi Herdman setelah kegagalan Indonesia di Piala AFF.
Format kompetisi membuat setiap pertandingan memiliki arti penting. Indonesia harus memanfaatkan status sebagai tuan rumah untuk mengamankan hasil maksimal sejak laga pertama.
Selain mengejar prestasi, FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperbaiki posisi di ranking FIFA. Hasil positif tentu akan menjadi tambahan modal bagi Skuad Garuda dalam menghadapi agenda internasional berikutnya.
Bagi Herdman, turnamen ini juga bisa menjadi momentum untuk kembali menyatukan pemain lokal dan diaspora. Kehadiran para pemain abroad diharapkan membuat persaingan internal skuad semakin sehat.




