Mau Bangkrutkan Teheran, Amerika Serikat Diam-diam Ternyata Bernegosiasi Setengah Hati dengan Iran

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan bahwa pihaknya tidak terburu-buru melancarkan serangan militer baru terhadap Iran. Sebaliknya, Amerika Serikat disebut memilih mempertahankan tekanan ekonomi untuk membuat negara tersebut semakin terdesak hingga akhirnya bersedia bernegosiasi.

Trump menggambarkan strategi tersebut seperti permainan catur. Menurutnya, kondisi ekonomi Iran yang memburuk, inflasi tinggi, serta keterbatasan uang menjadi faktor yang dapat mempersempit ruang gerak pemerintahan Tehran.

Baca Juga: Wajibkan Rumah Sakit Layani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Akan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Begal

“Kami menjalaninya dengan santai dan tidak mencolok,” kata Trump, dikutip Senin (10/8/2026).

Trump juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini hanya melakukan negosiasi secara terbatas dengan Iran. Di sisi lain, pihaknya terus mengamati perkembangan kondisi ekonomi negara tersebut.

“Kami hanya melakukan negosiasi setengah-setengah dengan mereka. Kami hanya memantau mereka dengan tingkat inflasi yang sangat tinggi serta fakta bahwa mereka tidak memiliki uang,” ujar Trump.

Washington kini lebih mengandalkan tekanan ekonomi dibandingkan eskalasi militer secara langsung terhadap Iran. Trump menilai kondisi finansial negara tersebut sudah berada dalam tekanan berat dan situasi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi kemampuan mereka mempertahankan operasional pemerintahannya.

Menurutnya, Iran juga sudah kesulitan memiliki dana untuk membayar pasukannya. Menurut Trump, tekanan tersebut semakin berat akibat blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat.

“Semuanya akan berjalan lancar. Selalu begitu. Ini seperti permainan catur,” kata Trump.

Adapun Tehran tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah begitu saja. Iran justru membawa sejumlah tuntutan dalam pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan tuntutan pihaknya untuk membuka kembali jalur tersebut telah disampaikan kepada Amerika Serikat.

Iran di sisi lain juga mengumumkan progress pembicaraannya dengan Oman. Teheran mengatakan diskusi mengenai pengaturan jalur pelayaran baru di selat tersebut telah memasuki tahap akhir.

Baca Juga: Eks Waketum Projo: Gerak-gerik Jokowi Hari Ini Tak Lepas dari Upaya Amankan Prabowo-Gibran di 2029

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global. Sebelum konflik, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati kawasan tersebut. Gangguan berkepanjangan di selat itu berpotensi memberikan dampak luas terhadap pasar energi dan ekonomi global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mulai 17 Agustus, Urus Balik Nama Tanah Rampung Maksimal 10 Hari
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Rusia-Ukraina Kembali Saling Serang Sepanjang Malam, 13 Orang Tewas 14 Terluka
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
10 Ha Lahan Gunung Gede Hangus Usai 4 Hari Kebakaran, Sisa 4 Titik Api
• 4 jam laludetik.com
thumb
Potret Heli Jatuh di Hutan Kota: Hancur Lebur-Tak Ada Yang Selamat
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Didukung Bank Jakarta, Persija Bidik Trofi Liga Jadi Kado 5 Abad Ibu Kota
• 23 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.