JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menyusun strategi mitigasi untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027.
Meski Ibu Kota tidak termasuk wilayah dengan risiko kekeringan ekstrem, kewaspadaan tetap ditingkatkan guna mencegah gangguan pasokan air bersih hingga risiko kesehatan masyarakat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama sejumlah perangkat daerah terus memantau kondisi cuaca serta potensi kekeringan berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi mitigasi berbasis deteksi dini.
BACA JUGA:Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 10 Agustus 2026, Buruan Datang!
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menegaskan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi dampak kemarau panjang akibat El Nino.
“Apabila terdapat masyarakat yang mengalami krisis air bersih, BPBD bersama PAM JAYA, Dinas Sumber Daya Air, pemerintah kota/kabupaten administrasi, dan instansi terkait akan melakukan distribusi sesuai kebutuhan,” ujarnya saat dikonfirmasi Disway.id, Minggu 9 Agustus 2026.
Langkah tersebut diperkuat dengan sistem pemantauan berkala lintas instansi.
Hingga saat ini, BPBD belum menetapkan adanya wilayah dengan status krisis air bersih secara luas.
Namun, potensi penurunan akses air tetap diantisipasi melalui koordinasi cepat antar perangkat daerah.
BACA JUGA:Aturan Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 10 Agustus 2026, Melanggar Kena Tilang
“Pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan deteksi dini dan respons cepat sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi apabila terdapat laporan atau indikasi gangguan pasokan air bersih,” jelas Marulitua.
Sebagai langkah preventif, BPBD DKI mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau.
Edukasi ini menjadi penting mengingat tekanan terhadap sumber air diperkirakan meningkat seiring menurunnya curah hujan.
“Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat untuk melakukan penghematan penggunaan air serta memanfaatkan air secara bijak selama musim kemarau,” tambah Marulitua.
Tim Reaksi Cepat Disiagakan
- 1
- 2
- 3
- 4
- »





