Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) disebut secara pribadi melontarkan gagasan untuk mengakhiri perang dengan Iran, meski tanpa kesepakatan nuklir.
Laporan Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip pejabat AS, Senin (9/8/2026) menyebut, dalam beberapa pekan terakhir Trump tengah menyiapkan rencana untuk mendeklarasikan kemenangan dalam perang terhadap Iran, jika Teheran membuka Selat Hormuz secara penuh.
Trump juga disebut telah menyampaikan kepada para penasihat seniornya bahwa ia bersedia menyetujui kesepakatan dengan Iran, meski tidak mencakup perjanjian nuklir. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada WSJ, Amerika Serikat telah memenuhi seluruh tujuan militernya terkait Iran.
“AS telah memenuhi semua tujuan militer negara tersebut terkait Iran,” kata pejabat Gedung Putih itu, seperti dilaporkan WSJ.
Pejabat itu juga menyebut Trump saat ini lebih fokus menjaga kelancaran lalu lintas pasokan energi di Selat Hormuz. Meski begitu, opsi operasi militer tetap terbuka jika Iran terus menyerang kapal-kapal dagang di kawasan.
Kepada penasihat seniornya, Trump menyatakan keyakinan bahwa Teheran tidak akan melanjutkan program nuklir selama ia menjabat. Keyakinan itu disebut muncul setelah Amerika Serikat menghancurkan tiga fasilitas nuklir Iran pada 2025.
Dalam sejumlah pertemuan terakhir, Trump juga dikabarkan menilai ancaman serangan AS terhadap Iran sudah cukup menjadi penggentar bagi Teheran.
Para pejabat mengisyaratkan, Trump bisa saja memilih memperpanjang gencatan senjata hingga waktu yang tidak ditentukan, selama Washington mampu mengendalikan program nuklir Iran.
Trump juga disebut akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran jika Teheran membuka Selat Hormuz secara penuh.
Sebelumnya, Trump menyampaikan telah meminta pembatalan serangan lanjutan terhadap Iran di tengah harapan tercapainya perjanjian damai. Perjanjian itu diharapkan mencakup pembukaan Selat Hormuz dan kesepakatan terkait program nuklir Iran.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran pada, Rabu (5/8/2026) pekan lalu, menyatakan Iran dan Oman telah menyepakati detail geografis untuk rute pelayaran kapal agar dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
“Iran dan Oman telah menyepakati detail geografis untuk rute-rute pelayaran kapal melewati Selat Hormuz dengan aman,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran. (bil)




