EtIndonesia.com Pada 7 Agustus, Pentagon Amerika Serikat merilis kumpulan terbaru arsip UFO, yang juga dikenal sebagai UAP (Unidentified Anomalous Phenomena). Di dalamnya terdapat kesaksian seorang pilot militer AS yang mengingat bahwa pada tahun 2002, ia melihat sebuah objek berbentuk segitiga raksasa di langit Afghanistan yang menutupi pemandangan bintang. Seorang profesor Harvard kemudian mengungkap sejumlah kejanggalan dalam kesaksian tersebut.
Kumpulan arsip terbaru ini terdiri dari 41 dokumen yang telah dipublikasikan di situs UFO milik Pentagon. Isinya mencakup dokumen, gambar, dan video. Catatan tersebut berasal dari Pentagon, Biro Investigasi Federal (FBI), Badan Intelijen Pusat (CIA), Departemen Luar Negeri, serta Kantor Eksekutif Presiden. Dokumen paling awal berasal dari tahun 1950, sedangkan yang terbaru berasal dari tahun ini.
Di antara dokumen baru tersebut terdapat 8 formulir 302, yaitu formulir yang digunakan FBI untuk mencatat secara rinci wawancara dengan saksi. Salah satu dokumen menarik perhatian karena mencatat wawancara pada tahun 2024 dengan seorang mantan pilot militer. Pilot tersebut mengatakan kepada agen bahwa ketika bertugas di Afghanistan pada tahun 2002, ia melihat sebuah objek yang diduga UFO.
Menurut catatan agen, sekitar pukul 04.30 waktu setempat, pilot tersebut memperhatikan bintang-bintang di atas Bagram mulai meredup.
Ia mengatakan, “Sepertinya ada sebuah objek raksasa melintas di atas kepala dari arah barat ke timur, berbentuk segitiga sama sisi.”
Objek tersebut bergerak dengan kecepatan konstan—diperkirakan sekitar 150 knot atau 77 meter per detik—dan pada ketinggian tertentu tanpa mengeluarkan suara maupun titik cahaya apa pun.
Pilot tersebut memperkirakan panjang objek itu sekitar 500 kaki atau 150 meter, tetapi ia tidak dapat melihat bentuknya secara keseluruhan.
Ia juga melaporkan bahwa pilot lain yang bersamanya turut melihat objek berbentuk segitiga tersebut. Ketika objek itu melintas, pilot lainnya bertanya, “Kamu melihatnya?”
Profesor sains dari Universitas Harvard, Dr. Avi Loeb, menganalisis kasus tersebut dalam sebuah tulisan dan mengatakan bahwa kejanggalannya terletak pada fakta bahwa hingga saat ini tidak ada pesawat aktif yang mampu memiliki ukuran dan kecepatan seperti yang digambarkan dalam kesaksian tersebut.
Pesawat terbesar yang pernah dibuat adalah Stratolaunch Roc, yang memiliki bentang sayap sekitar 385 kaki atau 117 meter.
Profesor Loeb juga menganalisis dua kasus anomali lainnya. Salah satunya terjadi pada September 2021, ketika pasukan operasi khusus Amerika Serikat yang berada di dalam pesawat tempur AC-130J di atas Teluk Oman dilaporkan berhadapan dengan objek terbang tak dikenal.
Menurut laporan, objek-objek tersebut tampak seperti benda berbentuk bola dingin, bersifat agresif dan memiliki kemampuan bermanuver. Objek tersebut juga tampaknya merespons dengan melakukan tindakan seperti menembaki pesawat AC-130J.
Loeb mengatakan, “Ini menunjukkan bahwa objek-objek tersebut memiliki kemampuan persepsi dan sistem respons yang cukup cepat untuk mengubah lintasan geraknya dalam jangka waktu pengamatan.”
Kasus anomali lain yang ditemukan Loeb berkaitan dengan sebuah insiden UFO setelah sebuah jam analog berjalan 20 menit lebih cepat dibandingkan dua jam digital. Jam tersebut menunjukkan pukul 01.00, bukan pukul 00.40. Perbedaan waktu tersebut tetap ada setelah insiden berakhir.
Menurut Loeb, satu-satunya penjelasan yang mungkin untuk percepatan waktu sebesar itu adalah bahwa jam digital terkena pengaruh elektromagnetik, sementara efek tersebut tidak memengaruhi jam analog.
Ia juga mengatakan bahwa data terbaru yang dirilis Pentagon agak berbeda dari beberapa rilis sebelumnya. Kali ini, anomali yang paling menarik perhatian bukan berupa rekaman video atau gambar, melainkan kesaksian lisan.
Publikasi besar-besaran dokumen UFO ini dilakukan berdasarkan perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada Januari tahun ini. Perintah tersebut menginstruksikan militer dan lembaga pemerintah lainnya untuk menyediakan lebih banyak dokumen yang berkaitan dengan UFO.
Reporter: Jin Hong, penerjemah dan penyusun laporan





