JAKARTA, KOMPAS.TV - Konflik Iran dan Amerika Serikat terus memasuki babak baru di tengah kebuntuan perundingan dan ketegangan di Selat Hormuz.
Iran disebut mengajukan sejumlah syarat terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, termasuk pencabutan blokade, penarikan pasukan Amerika Serikat, pengakhiran perang, serta kompensasi kerugian akibat perang.
Pakar hubungan internasional BINUS University, Tia Mariatul Kibtiah, menilai langkah Iran justru menunjukkan strategi untuk menekan Amerika Serikat agar segera mengakhiri konflik.
Baca Juga: FULL MISTERIUS! Susno & Reza Bicara Ekshumasi Kematian Sutrimo Soal Kasus Febrie | KOMPAS PAGI
Dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Tia juga menjelaskan peran Oman sebagai mediator tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat.
Menurutnya, Iran berupaya memastikan kesepakatan mengenai Selat Hormuz tetap menjadi urusan Iran dan Oman agar Amerika Serikat tidak semakin mendominasi pengelolaan jalur strategis tersebut.
Di sisi lain, posisi Amerika Serikat disebut menghadapi tekanan internal dan eksternal untuk segera menyelesaikan perang, sementara Israel berpotensi menjadi pihak yang keberatan terhadap kesepakatan yang dinilai menguntungkan Iran.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- dialog sapa pagi
- kompas pagi
- iran-as





