-
-
-
-
-
Presiden Prabowo Subianto telah menggelar rapat terbatas di kediamannya, Hambalang, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026) sore. Berdasarkan informasi dari unggahan media sosial Sekretariat Kabinet, rapat ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, mulai dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Turut hadir pula Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon A. Mantiri.Baca Juga: Kuasa Hukum Jokowi Soroti Kejanggalan Administratif Praperadilan dr. Tifa: Daftar 3 Agustus, Langsung Dapat Jadwal 23 Agustus
Lewat unggahan yang sama, Sekretariat Kabinet juga memberikan penjelasan, bahwa agenda utama pertemuan tersebut adalah laporan Dirut Pertamina terkait perkembangan Program Mandatori B50 atau Biodiesel 50 persen yang telah diluncurkan Presiden Prabowo pada Juli lalu. Simon turut menyampaikan kesiapan infrastruktur dalam tahapan persiapan mandatori Bioetanol yang tengah disiapkan pemerintah.
Selain membahas agenda energi tersebut, Presiden Prabowo dalam pertemuan itu juga memerintahkan pengurangan layer-layer serta anak dan cucu perusahaan di lingkungan Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya. Pemangkasan struktur ini ditujukan agar proses pengambilan keputusan dapat berjalan lebih cepat, produktivitas meningkat, serta efisiensi di seluruh BUMN lebih terjaga.
Baca Juga: Presiden Prabowo Arahkan Pembaruan Buku Ajar Nasional, Bandingkan dengan Standar Negara LainTentunya, kehadiran Menteri Pertahanan dan Kepala BIN dalam rapat ini turut menarik perhatian, mengingat topik utama yang dibahas berkaitan dengan sektor energi dan tata kelola BUMN. Namun hingga berita ini ditulis, hingga kini belum ada penjelasan resmi lebih lanjut mengenai peran spesifik kedua pejabat tersebut dalam pertemuan ini.





