REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko memastikan percepatan penyelesaian konstruksi Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai. Budi menyebut realisasi pembangunannya sudah mencapai 97,99 persen.
Sejalan dengan target Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, ucap Paulus, Waskita berupaya agar proyek milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda) ini dapat diresmikan pada Agustus. Dengan begitu bisa segera beroperasi dan menjadi tulang punggung baru transportasi publik di ibu kota.
Baca Juga
El Nino Menguat, Begini Strategi Kemenhut Hadapi Ancaman Karhutla
Lawan Disinformasi, Pemerintah Didorong Bangun Tata Kelola Ekosistem Digital
Harga Gabah Naik, Kebijakan Bulog Pacu Petani Penajam Paser Utara Garap Sawah
"Secara keseluruhan pekerjaan LRT Jakarta telah mendekati akhir. Tim Waskita di lapangan tengah fokus pada pekerjaan reinstatement atau pengembalian kondisi lokasi kerja seperti semula," ucap Paulus Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Paulus mengatakan penyambungan rel pada area Double-Double Track (DDT) pun masih dikerjakan. Kemudian untuk jalur arah barat atau west bound, trek sudah tersambung utuh. Sementara, pintu masuk (entrance) pada setiap stasiun dalam tahap penyelesaian.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menuju peresmian, Waskita bersama Jakarta Propertindo (Jakpro) juga rutin melakukan rangkaian Test and Commissioning (T&C) sistem perkeretaapian, mulai dari uji jalur sepanjang 3,6 kilometer, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional. Kini Perseroan dalam proses pengujian jalur dan safety assesment.
"Setiap meter jalur LRT Jakarta Fase 1B merupakan bagian dari tanggung jawab Waskita kepada masyarakat, maka kami kerjakan dengan penuh perhitungan, ketelitian, dan selalu berkoordinasi dengan Jakpro sebagai owner. Diharapkan nantinya para penumpang dapat merasa aman dan nyaman selama perjalanan," kata Paulus.