-
-
-
-
-
Nama dr. Tifauzia Tyassuma belakangan memang ramai diberitakan usai disebut mundur atau "hijrah" dari hiruk-pikuk kasus ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo. Menanggapi hal itu, Gus Nur pun bukas suara, melalui sebuah video yang dibagikan melalui akun media sosial Refly Harun. Gus Nur memaknai istilah "hijrah" yang digunakan dr. Tifa sebagai bentuk perpindahan dari satu kondisi ke kondisi lain.
"Kalau bahasanya dokter Tifa itu hijrah. Hijrah itu berarti pindah-pindah dimensi ya, dari gelap menuju terang, dari susah menuju senang, dari satu kota menuju kota yang lain. Nah, itu namanya hijrah gitu. Dari tidak ngurus ijazah menjadi dari sibuk urusan ijazah, hijrah tidak urus ijazah. Oke, itu namanya hijrah," ujar Gus Nur, berdasarkan unggahan akun media sosial Refly Harun (10/08/2026)
Baca Juga: Rivai Kusumanegara Duga Pihak Termohon "Tidak Confidence" Hadapi Pokok Perkara, Sebut Manuver Praperadilan Berulang Sebuah AnomaliIa menegaskan, apa pun keputusan yang diambil dr. Tifa, maupun Roy Suryo jika nantinya mengambil langkah serupa, patut dihormati dan tidak ada yang keliru dari keputusan tersebut.
"Apapun keputusannya dr. Tifa atau mungkin Mas Suryo menyusul ya, oke kita hormati, kita hargai dan tidak ada salah sedikit pun ya. Itu poin pertama," sambungnya
Gus Nur turut membagikan pengalaman pribadinya yang pernah berada di fase serupa saat berada di dalam penjara.
"Saya dulu juga pernah punya keputusan seperti itu. Ketika di dalam penjara saya berpikir, 'Ya ah sudahlah kalau saya bebas saya enggak akan ngurusi ijazah, gak akan ngomong ijazah.' Nah, itu saya pernah berada di fase itu," ungkapnya.





