tvOnenews.com - Nama Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jawa Timur 2026, menjadi sorotan setelah muncul tudingan baru di media sosial.
Setelah sebelumnya viral terkait dugaan pemaksaan terhadap kekasih untuk menggugurkan kandungan, kini beredar klaim bahwa Tio diduga pernah melakukan tindakan serupa pada 2024.
Klaim tersebut membuat kontroversi yang menyeret nama Tio semakin ramai diperbincangkan.
Sejumlah unggahan di media sosial bahkan menyebut perempuan yang kini menyampaikan tudingan bukanlah orang pertama yang diduga mengalami kejadian serupa.
- Instagram @rakaraki_jatim
Namun, penting ditekankan sejak awal bahwa informasi mengenai dugaan kejadian pada 2024 tersebut masih berasal dari klaim dan unggahan di media sosial.
Belum terdapat informasi terverifikasi yang cukup untuk menyatakan bahwa tuduhan tersebut telah terbukti secara hukum.
Tio Ferdian Rahmana sebelumnya dikenal sebagai figur muda yang aktif dalam dunia duta wisata. Ia pernah menyandang gelar Cak Surabaya 2023 sebelum melanjutkan kiprahnya dalam ajang Raka Raki Jawa Timur 2026.
Dalam ajang tingkat provinsi tersebut, Tio berhasil meraih posisi Wakil I atau Runner Up 1 Raka Jawa Timur 2026.
Ia juga disebut masuk dalam sejumlah kategori, di antaranya Top 5 Raka Busana Terbaik, Top 10 Raka Kebudayaan, serta Top 10 Raka Program Berdampak.
Rekam jejak tersebut membuat namanya sebelumnya dikenal karena prestasi.
Namun, situasi berubah setelah muncul unggahan seorang perempuan di platform X yang mengaku sebagai kekasih Tio.
Perempuan tersebut membagikan sejumlah tangkapan layar percakapan yang diklaim merupakan komunikasinya dengan Tio.
Dalam narasi yang menyertai unggahan tersebut, muncul tudingan mengenai tekanan untuk menggugurkan kandungan.
Unggahan tersebut kemudian menyebar luas dan membuat nama Tio menjadi pembicaraan di media sosial.
Di tengah kontroversi tersebut, muncul pula unggahan lain yang mengklaim bahwa peristiwa serupa pernah terjadi pada 2024.
"@tiofrhmn_ ini dulu juga pernah mendapatkan kasus yg sama, di tahun 2024 tepatnya bulan julu juga pernah melakukan pelecehan terhadap mahasiswi di salah satu kampus negeri di Surabaya, Tapi sang korban tidak dapat keadilan, malah korban sempat di ancem bakal di sebarin rekaman layar waktu mereka vcs, ayo teman" khususnya yg kenal sma si tio ini, kita kasih sangsi sosial terhadap pelaku ini, Saya yakin tidak sedikit dri korban si tio ini, hanya mereka para korbanya takut mau lapor kemana dan ujung"nya gak bakal dapet keadilan."




