Polisi Jaga Rumah dan Makam Sutrimo di Banyumas: Permintaan Keluarga

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Makam dan rumah Sutrimo (42) di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah kini dijaga pihak kepolisian.

Keluarga Sutrimo meminta perlindungan kepada polisi usai melaporkan kasus kematiannya yang diduga tidak wajar. Sutrimo disebut bekerja sebagai kepala rumah tangga di kediaman mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah yang kini menjadi tersangka dugaan korupsi dan TPPU PT ASABRI.

Pengacara keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan, setelah melapor ke Polresta Banyumas pada Sabtu 8 Agustus 2026 lalu, pihak kepolisian langsung mengabulkan permohonan pengawalan yang diajukan pihak keluarga.

"Iya jadi gini pada saat kita membuat laporan kan juga disertai dengan permohonan perlindungan. Jadi pada hari itu juga memang polisi langsung hari setelah kita pulang itu langsung dikawal," ujar Aan kepada kumparan, Senin (10/8).

Polisi juga mengawal dan mengawasi rumah keluarga Sutrimo serta makam Sutrimo Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

"Terus jadi setiap hari juga rumah diawasi. Ternyata bukan hanya rumah, kuburan juga per hari ini dijaga gitu kan," jelas dia.

Adapun permintaan penjagaan dari pihak kepolisian ini dilakukan karena keluarga menduga tewasnya Sutrimo berhubungan dengan orang besar di negeri ini.

"Ada kekhawatiran ini segala macam ya. Karena berhubung hubungan dengan orang besar gitu kan," jelas dia.

Meski begitu, ia mengungkap belum ada ancaman atau intimidasi dari yang datang kepada keluarga Sutrimo hingga hari ini.

"Alhamdulillah tidak ada, dari kemarin-kemarin juga tidak ada ancaman cuma kan mungkin ya itu kekhawatiran ini segala macam ya. Karena berhubung hubungan dengan orang besar gitu kan," ungkap Aan.

Sementara itu, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P Silalahi membenarkan adanya permintaan perlindungan dari keluarga Sutrimo. Dan permintaan itu sudah diberikan.

"Kita sudah memberikan perlindungan, teknisnya nggak mungkin kita sampaikan. Ya kita sudah berikan perlindungan," kata Petrus.

Sementara, Polda Metro Jaya juga akan melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Banyumas pada Rabu (12/8). Langkah tersebut dilakukan untuk mencari tahu penyebab kematian Sutrimo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ESDM sebut IMERC 2026 ajang tingkatkan kompetensi, Freeport juara umum
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Unusa Gandeng University of Manchester Riset Perkembangan Otak Sejak dalam Kandungan
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Presiden Prabowo Gelar Rapat Terbatas Bersama Menhan, Kepala BIN, hingga Dirut Pertamina, Bahas Apa?
• 9 jam lalucumicumi.com
thumb
Kuliner Run 2026, Saat Lari Jadi Jalan Makassar Mendunia
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Pemerintah Siapkan Tiga Skema untuk Dukung Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan
• 3 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.