Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Ingatkan Masyarakat tak Merokok di Hutan

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengingatkan masyarakat untuk tidak merokok di hutan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di musim kemarau ini pun, ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas membakar apapun.

"Ya, semua orang harus hati-hati. Jangan pergi ke hutan bawa rokok, karena itu memiliki implikasi yang cukup luas," ucap dia, Senin (10/8/2026).

Baca Juga
  • Karhutla Meluas di Sejumlah Wilayah, Pemerintah Kerahkan Helikopter dan Water Bombing
  • Menko Polkam: El Nino Perparah Karhutla Hingga Sebabkan 107 Ribu Hektare Lahan Terbakar
  • Mengapa tak Gunakan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla di Bromo? Ini Jawaban Kemenhut

Ia menegaskan agar selama musim kemarau masyarakat tidak membakar apapun. Sehingga tidak berpotensi terjadi kebakaran.

"Pokoknya gini deh, di selama kemarau ini jangan main dengan api, ya," ucap dia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan sebanyak 15 kabupaten dan kota di Jawa Barat terdampak bencana kekeringan. Dengan rincian, 89 kecamatan di 15 kabupaten dan kota tersebut mengalami bencana kekeringan.

"Wilayah terdampak kekeringan sebanyak 89 kecamatan di 15 kabupaten dan kota di Jawa Barat," ucap Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).

Dari 15 kabupaten dan kota yang terdampak kekeringan, ia menyebutkan wilayah Kabupaten Bogor paling terdampak dengan 24 kecamatan mengalami kekeringan. Disusul Kabupaten Tasikmalaya dengan 12 titik kecamatan alami kekeringan dan Kabupaten Bekasi dengan 9 titik kecamatan.

Sementara itu, jumlah warga yang terdampak mencapai 61.505 kepala keluarga atau 205.567 jiwa. Dengan kondisi bencana kekeringan, pihaknya terus mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.

"4 juta liter air bersih telah didistribusikan ke 15 kabupaten dan kota," kata dia.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Progres Capai 97,99 Persen, LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Ditargetkan Tuntas Agustus Ini
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Program "Mat Peci" ubah buruh tani jadi peternak sapi sukses
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Said Didu: Prabowo Ada 3 Agenda Bagus tapi Sekarang Terjadi Serangan Geng Solo
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Aduh! Persib Bandung Resmi Kembali Masuk Daftar Hitam FIFA, Siapa?
• 5 menit lalutvonenews.com
thumb
[FULL] PENUH KEJANGGALAN! Kasus Sutrimo Diselidiki, Ekshumasi Digelar Rabu, Pakar Beri Penjelasan
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.